Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Beri 7 Syarat Buka Selat Hormuz

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 21 September 2026 - 06:48 WIB

Senin, 21 September 2026 - 06:48 WIB

66 Views ㅤ

Kapal melintas di Selat Hormuz (foto: dok MINA)

Teheran, MINA – Iran menetapkan tujuh syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat sebelum Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Persyaratan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei kepada Washington melalui mediator Qatar di tengah kebuntuan diplomasi kedua negara.

Tujuh syarat itu mencakup penghentian operasi militer, pembebasan aset Iran yang dibekukan, penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran, pencabutan sanksi ekonomi dan politik, penarikan pasukan laut dan udara AS dari kawasan, pembayaran kompensasi perang, serta penghentian ancaman dan penghinaan terhadap Iran.

Rezaei menyatakan Iran bersedia kembali membuka jalur diplomasi apabila Washington memenuhi tuntutan tersebut. Namun, ia juga memperingatkan bahwa Iran siap menghadapi eskalasi militer apabila Amerika Serikat menolak persyaratan yang diajukan Teheran. Tasnim melaporkan, Senin (21/9).

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, pembukaan kembali Selat Hormuz juga bergantung pada terpenuhinya komitmen Amerika Serikat dan pengakuan terhadap hak-hak Iran. Menurutnya, Teheran tidak akan kembali ke pola perundingan sebelumnya sebelum persyaratan tersebut dipenuhi.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Selat Hormuz menjadi titik penting dalam perkembangan konflik karena merupakan jalur utama pengiriman energi dari kawasan Teluk.

Sebelum perang dimulai, sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan gas alam cair melewati selat tersebut. Gangguan pelayaran di kawasan itu turut meningkatkan tekanan terhadap pasar energi global.

Perkembangan tersebut berlangsung ketika Iran dan Amerika Serikat masih menghadapi kebuntuan dalam upaya mengakhiri konflik. China sebelumnya telah menyerukan kedua pihak menahan diri dan segera memulihkan pelayaran aman melalui Selat Hormuz demi menjaga stabilitas pasokan energi serta rantai pasok internasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam