Moskow, MINA – Kilang Minyak Moskow milik Gazprom Neft menghentikan pengolahan minyak mentah setelah fasilitas tersebut terbakar akibat serangan drone Ukraina pada Ahad (20/9). Serangan itu menjadi bagian dari gelombang serangan udara besar-besaran yang menyasar Moskow dan wilayah sekitarnya.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan Rusia mencegat lebih dari 1.600 drone sejak Sabtu, termasuk sekitar 450 yang mengarah ke wilayah Moskow. Beberapa drone berhasil mencapai kompleks kilang dan menyebabkan kerusakan pada salah satu fasilitas pengolahan minyak. RTnews melaporkan.
Menurut sumber lokal, dua unit distilasi minyak mentah utama di kilang tersebut terbakar setelah drone menghantam area fasilitas. Perbaikan kerusakan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan sehingga kegiatan pengolahan minyak terhenti sementara.
Unit AVT-6 yang terdampak memiliki kapasitas pengolahan sekitar 21.400 ton minyak per hari atau 53 persen dari kapasitas kilang. Sementara fasilitas EURO+ berkapasitas sekitar 18.800 ton per hari atau 47 persen sisanya. Produk bahan bakar dari kilang tersebut juga tidak ditawarkan di bursa komoditas St Petersburg sejak 21 September.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Kilang Moskow merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak penting Rusia. Pada 2024, kilang tersebut mengolah sekitar 11,6 juta ton minyak mentah atau sekitar 230.000 barel per hari, menghasilkan 2,9 juta ton bensin dan 3,2 juta ton solar.
Serangan tersebut juga berdampak pada wilayah permukiman. Otoritas Rusia melaporkan tiga orang tewas dalam serangkaian serangan di wilayah Moskow dan sekitar 400 warga, termasuk 70 anak-anak, dievakuasi dari sebuah apartemen di Distrik Ramenskoye. Ukraina belum memberikan komentar resmi mengenai serangan tersebut.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic