Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 11 jam yang lalu

11 jam yang lalu

12 Views ㅤ

PM Jepang Sanae Takaishi (foto: X)

Tokyo, MINA – Penangkapan seorang anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) atas dugaan merampok dan membunuh seorang perempuan Jepang kembali memicu kemarahan publik terhadap keberadaan militer AS di Okinawa.

Pemerintah Jepang menyampaikan protes keras kepada Washington setelah insiden tersebut terjadi di Naha, Okinawa. The Independent melaporkan, Senin (5/10).

Polisi Prefektur Okinawa menangkap Lance Corporal Devin Jacob Ballard, 20 tahun, yang ditempatkan di Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma.

Ia diduga membunuh Anna Yagi, 39 tahun, di sebuah hotel di Naha pada Sabtu (3/10), kemudian mengambil dompet dan tas korban. Ballard membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Kasus tersebut langsung mendapat kecaman dari pemerintah Jepang. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan kejahatan itu sangat memprihatinkan dan meminta Amerika Serikat bekerja sama penuh dalam penyelidikan serta memperketat disiplin personelnya. Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi juga menyampaikan kemarahan atas kasus tersebut.

Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi memanggil Duta Besar AS untuk Jepang George Glass untuk menyampaikan protes. Pemerintah Jepang juga meminta langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Pemerintah AS menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Jepang.

Insiden tersebut kembali membuka persoalan lama mengenai keberadaan militer AS di Okinawa. Pulau itu menampung sekitar 70 persen fasilitas militer AS di Jepang dan menjadi lokasi sebagian besar dari sekitar 50.000 personel militer AS yang ditempatkan di negara tersebut. Kondisi ini selama bertahun-tahun memicu keberatan sebagian warga Okinawa.

Gubernur Okinawa Genta Koja bahkan meminta adanya langkah mendasar, termasuk peninjauan kembali kesepakatan yang mengatur keberadaan personel militer AS di Jepang.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sekitar 100 warga sebelumnya telah menggelar aksi protes di Naha menyusul kasus tersebut, menunjukkan kembali besarnya sensitivitas masyarakat Okinawa terhadap kehadiran pangkalan militer AS. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda