Amman, MINA — Duka mendalam menyelimuti Yordania. Jumlah korban tewas dalam serangan teroris yang menargetkan para pelayat di sebuah gereja di Provinsi Karak, Yordania selatan, telah meningkat menjadi delapan orang.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Kesehatan Yordania, Ibrahim Al-Badour, pada Sabtu (24/10). Laporan Saudi Gazette.
Berbicara kepada TV Al-Mamlaka milik Yordania, Al-Badour memperbarui jumlah korban tewas dan memperingatkan bahwa kondisi salah satu korban luka masih sangat kritis.
“Salah satu korban yang terluka dalam aksi terorisme tersebut masih dalam kondisi kritis,” ujarnya.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Korban Terus Bertambah
Data terbaru ini menandai peningkatan dari laporan sebelumnya pada Jumat, yang mencatat tujuh kematian dan 27 korban luka.
Angka tersebut disampaikan oleh Direktur Keamanan Publik Yordania, Obaidallah Maaytah.
Serangan itu menyasar para pelayat yang sedang menghadiri prosesi pemakaman di Gereja Hamoud, Provinsi Karak.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Insiden ini mengguncang Yordania, negara yang selama ini dikenal relatif stabil dan aman di kawasan Timur Tengah.
Tiga Hari Berkabung Nasional
Menanggapi tragedi tersebut, Perdana Menteri Yordania, Jafar Hassan, segera mengumumkan tiga hari berkabung nasional yang dimulai pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Selama masa berkabung, Hassan juga memerintahkan agar bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh kementerian, departemen pemerintah, dan institusi publik sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban. []
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic