Teheran, MINA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Ahad (25/10) menyatakan Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pekan depan.
Pertemuan itu disebut melanjutkan konsultasi kedua negara guna menjaga kepentingan bersama serta memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan, sebagaimana dikutip kantor berita Mehr.
Dalam kunjungan tersebut, Lavrov mengungkapkan para ahli Rusia secara bertahap kembali ke pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr. Ia juga menyebut nilai perdagangan kedua negara tumbuh 21 persen pada tahun lalu.
Lavrov turut menyerukan pemulihan kondisi Selat Hormuz seperti sebelum perang, termasuk kebebasan pelayaran dan jaminan agar agresi tidak terulang, serta menyatakan Moskow siap mencari jalan keluar krisis.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Kunjungan Lavrov menjadi yang pertama ke Iran sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, saat AS dan Israel menyerang Iran.
Hubungan kedua negara kini diperkuat perjanjian kemitraan strategis komprehensif berdurasi 20 tahun yang ditandatangani di Moskow pada Januari 2025 dan mulai berlaku resmi pada 2 Oktober 2026.
Pezeshkian dan Putin sebelumnya bertemu di Turkmenistan pada awal Oktober, ketika Putin menyatakan kesiapan Rusia membantu upaya mediasi.
Meski gencatan senjata April dan nota kesepahaman AS-Iran pada Juni telah dicapai, ketegangan di sekitar Selat Hormuz belum mereda dan perundingan Teheran-Washington dilaporkan mandek. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic