Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI Sesalkan Izin Konser Andrea Bocelli, Minta Pemerintah Tinjau Ulang

Mujiburrahman - Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:02 WIB

58 Views ㅤ

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim (foto: MUI Digital)

Jakarta, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyesalkan keputusan pemerintah yang tetap mengizinkan konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Candi Borobudur dan Jakarta.

Sudarnoto, yang juga menjabat Presiden Asia Pacific Coalition for al-Quds and Palestine (APC-QP), mengatakan bahwa keputusan tersebut dinilai tidak sejalan dengan sikap resmi MUI dan aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah.

Dalam keterangannya pada Selasa (27/10), Sudarnoto menyebut izin konser tersebut telah diterbitkan Kapolri sejak lama. Ia mengaku heran pemerintah tetap memberikan izin meskipun MUI telah menyampaikan keberatan terkait rekam jejak Bocelli yang disebut pernah tampil dalam acara penggalangan dana bagi Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010.

Menurut Sudarnoto, keberatan MUI bukan didasarkan pada karya musik Bocelli, melainkan pada dugaan dukungannya terhadap militer Israel melalui keikutsertaannya dalam acara tersebut.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

“Bocelli memang bukan Zionis, lirik-lirik lagunya bagus, tetapi aksi dan tindakannya dengan tampil bernyanyi di acara penggalangan dana Friends of IDF tahun 2010 membuktikan dukungannya kepada mesin pembunuh Zionis,” ujar Sudarnoto dalam keterangannya.

Ia menilai, keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana tersebut merupakan persoalan serius karena dana yang dihimpun ditujukan untuk mendukung tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF), bukan masyarakat sipil Israel.

Sudarnoto menyoroti tindakan militer Israel di Gaza yang dinilai telah menimbulkan penderitaan besar bagi rakyat Palestina. Karena itu, ia mempertanyakan keputusan pemerintah yang tetap memberikan panggung kepada penyanyi yang menurutnya memiliki rekam jejak dukungan terhadap militer Israel.

Ia juga mengingatkan bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 secara tegas menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Menurutnya, prinsip tersebut seharusnya menjadi landasan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan, termasuk terkait penyelenggaraan acara yang menjadi perhatian masyarakat karena persoalan Palestina.

“Seharusnya pemerintah menunjukkan komitmennya yang sungguh-sungguh untuk menghapus penjajahan, bukan menerima seseorang yang nyata mendukung IDF, tentara penjajah,” katanya.

Minta Bocelli Sampaikan Penyesalan

Sudarnoto mengatakan, apabila Andrea Bocelli benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, hal tersebut semestinya tidak hanya tercermin melalui lagu-lagu yang dibawakannya, tetapi juga melalui sikap dan tindakannya.

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

Karena itu, ia meminta Bocelli atau tim manajemennya mempertimbangkan untuk menyampaikan pernyataan penyesalan atas keterlibatannya dalam acara penggalangan dana bagi IDF pada 2010.

Menurut Sudarnoto, meskipun peristiwa tersebut telah berlangsung lama, pernyataan penyesalan akan menjadi langkah penting untuk menjelaskan sikap Bocelli terhadap persoalan kemanusiaan dan konflik Palestina-Israel.

Ia juga menilai rencana sumbangan 100 ribu pasang sepatu yang dikaitkan dengan kegiatan konser tersebut tidak menjawab keberatan utama MUI dan masyarakat.

“Seratus ribu pasang sepatu sama sekali tidak sebanding dengan kebrutalan IDF yang membunuhi penduduk Gaza,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina

Sudarnoto menegaskan, MUI tidak mempersoalkan apabila promotor hendak memberikan bantuan kemanusiaan dengan niat tulus. Namun, menurutnya, persoalan yang dipertanyakan adalah alasan pemerintah tetap mengizinkan konser tersebut di tengah keberatan yang telah disampaikan.

“Yang MUI pertanyakan, mengapa Andrea Bocelli tetap diberi panggung, padahal dia mendukung Zionis,” katanya.

Berharap Pemerintah Meninjau Ulang

Sudarnoto kembali menegaskan bahwa MUI menyesalkan keputusan pemerintah yang tetap mengizinkan konser tersebut. Ia berharap pemerintah masih bersedia meninjau ulang keputusan itu meskipun pelaksanaannya tinggal beberapa hari lagi.

Baca Juga: Orasi Herman Budianto, Alumni Global Sumud Flotilla: Untuk Apa di Sini? Untuk Mendukung Palestina!

Menurutnya, peninjauan ulang diperlukan demi kemaslahatan umum serta untuk menunjukkan konsistensi pemerintah dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Ia juga mengajak Andrea Bocelli dan tim manajemennya mempertimbangkan permintaan MUI untuk memberikan penjelasan dan menyampaikan penyesalan atas keterlibatan dalam acara penggalangan dana bagi IDF tersebut.

Sudarnoto berharap persoalan ini dapat disikapi secara bijaksana dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Annisa Theresia dan Maqdisy Talent Semarakkan Pembukaan BSP 2026

Rekomendasi untuk Anda