Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tolak Konser Bocelli, FPI Siap Turun Aksi ke Jalan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:48 WIB

76 Views ㅤ

Forum Group Discussion (FGD) Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026. (Foto: MINA/Afta)

Jakarta, MINA — Front Persaudaraan Islam (FPI) menyatakan siap mengerahkan massa untuk mendukung sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.

Konser tersebut dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, dan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Ketua Umum DPP FPI, Muhammad Alatas, menegaskan dalam Forum Group Discussion (FGD) Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).

“Insya Allah, ormas Islam siap mengikuti arahan Majelis Ulama Indonesia untuk menunjukkan bagaimana kita sangat menolak konser ini,” ujar Alatas.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Menurut Alatas, penolakan ini bukan semata-mata persoalan konser musik, melainkan bentuk sikap terhadap dukungan terhadap perjuangan Palestina dan penolakan terhadap Bocelli yang dinilai pendukung Israel.

Aksi Ormas di Jawa Tengah

Di Jawa Tengah, gelombang penolakan telah bergerak lebih awal. Pada Rabu (28/10), sekitar 200 massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Jawa Tengah Peduli Palestina (FKMJTPP) menggelar demonstrasi di depan Mapolda Jawa Tengah, Semarang.

Mereka mendesak agar izin konser Bocelli di kawasan Candi Borobudur dicabut.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Dalam aksi tersebut, massa membentang spanduk dan mengusung poster bertuliskan “Tolak konser Andrea Bocelli” dan “Bersama umat, bersuara untuk Palestina”.

Sebelumnya, pada 13 Oktober 2026, massa yang mengatasnamakan Presidium Umat Muslim Jogja-Jawa Tengah juga telah menggelar aksi konvoi dari MAJT An-Nur Kabupaten Magelang menuju taman wisata Candi Borobudur.

Rencana Tabligh Akbar di Borobudur

Aksi penolakan tidak hanya berupa demonstrasi. Umat Islam di Jawa Tengah berencana menggelar mujahadah atau pengajian akbar di sekitar kawasan Candi Borobudur, bertepatan dengan tanggal konser.

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Menurut sumber, umat Islam dari Semarang dan daerah sekitarnya siap bergabung dalam acara tersebut.

Sebelumnya, perwakilan ormas juga telah menyerahkan surat kepada pihak Taman Wisata Candi (TWC) terkait rencana tabligh akbar dan shalawat di kompleks Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026, bertepatan dengan hari konser. Surat tersebut mencantumkan nama 36 ormas se-Jawa Tengah dan DIY.

Rekam Jejak yang Disorot

MUI memaparkan data primer dari laporan Jewish Journal serta pemberitaan media terkait, bahwa Bocelli ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana FIDF (Friends of the Israel Defense Forces) di Century City, Los Angeles, AS, pada 2010. Saat itu terkumpul dana sekitar 8,75 juta dolar AS atau setara Rp136 miliar (kurs Rp15.500).

Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina

Menurut MUI, Bocelli adalah pendukung Israel secara tidak langsung. Fatwa MUI No. 83/2023 sudah mengatur bahwa mendukung pihak yang mendukung agresi Israel hukumnya haram.

MUI menegaskan penolakan ini sejalan dengan amanah Pembukaan UUD 1945 tentang penghapusan penjajahan di atas dunia, serta Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ketua Presidium AWG Bacakan Ulang Ikrar Pembebasan Al-Aqsa 20 Tahun Silam di Monas

Rekomendasi untuk Anda