Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilu Israel: 90% Suara telah Dihitung, Blok Netanyahu Unggul 53 Kursi, Blok Arab Jadi Kunci Mayoritas

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

34 Views ㅤ

Sebuah poster kampanye pemilu yang robek, menampilkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, terlihat di luar Pasar Mahane Yehuda di Yerusalem, sehari setelah pemilihan umum Israel, 28 Oktober 2026. (Foto: Chaim Goldberg/Flash90)

Tel Aviv, MINA – Komite Pemilihan Pusat (CEC) menyatakan pada Rabu sore (28/10) bahwa sudah 89,8 persen suara yang dihitung dengan blok yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diperkirakan akan memenangkan 53 kursi di Knesset yang beranggotakan 120 orang.

Sementara itu, blok yang dipimpin oleh ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot, diperkirakan meraih 48 kursi. Dengan perolehan tersebut, kedua blok masih jauh dari ambang batas mayoritas 61 kursi. Demikian Times of Israel melaporkan.

Dua partai yang sebagian besar anggotanya berasal dari kalangan Arab diperkirakan akan meraih 19 kursi—sebuah pencapaian bersejarah—yang menempatkan mereka dalam posisi potensial sebagai penentu (kingmaker).

Jika blok penguasa dan oposisi tidak melakukan pembelotan besar, maka salah satu kubu harus berkoalisi dengan partai Arab untuk menjadi mayoritas di Knesset.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Raihan partai Arab yang mencetak rekor terjadi setelah pemilih Arab hadir dalam jumlah rekor tertinggi pada pemilihan umum Selasa (27/10), dengan harapan dapat menggulingkan Netanyahu beserta sekutu sayap kanannya dari tampuk kekuasaan. Sebelumnya, perolehan kursi tertinggi yang pernah mereka capai adalah 15 kursi.

Situasi yang terlihat hingga Rabu malam ini berbeda dengan gambaran yang disajikan oleh sebagian besar jajak pendapat arus utama dalam beberapa pekan dan bulan menjelang pemilihan. Hampir semua jajak pendapat tersebut menunjukkan blok oposisi unggul atas blok Netanyahu dengan selisih yang bervariasi, meskipun saat itu pun tidak ada pihak yang memiliki jalan jelas untuk membentuk koalisi.

Hasil ini juga bertolak belakang dengan jajak pendapat saat keluar dari tempat pemungutan suara (exit poll) yang dirilis oleh lembaga penyiaran utama pada Selasa malam—tepat saat pemungutan suara berakhir pukul 22.00—yang menunjukkan blok Eisenkot unggul dua hingga tiga kursi atas blok Netanyahu.

Namun, seiring berjalannya penghitungan suara sepanjang malam hingga Rabu sore, tampak bahwa hasil exit poll tersebut meleset, karena partai maupun blok Netanyahu justru berhasil menyalip perolehan blok Eisenkot.

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Meskipun hasil ini belum final, angka tersebut diperkirakan tidak akan mengalami perubahan yang drastis.

Komite Pemilihan Pusat menyatakan bahwa sekitar 430.000 hingga 480.000 suara yang menggunakan metode “amplop ganda” (double envelope) belum dihitung. Proses penghitungan dijadwalkan dimulai pada Kamis dini hari pukul 01.00 dan diperkirakan akan rampung pada Kamis malam (29/10). []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

Rekomendasi untuk Anda