Tel Aviv, MINA – Pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, pada Sabtu (31/10) berjanji untuk segera menggunakan mayoritas parlemen di Knesset yang baru untuk melawan ‘Pemerintahan 7 Oktober’ pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Ia menyatakan bahwa dalam pemilihan umum pekan lalu, rakyat Israel telah memberikan suara secara tegas untuk menolak pemerintahan Netanyahu, Times of Israel melaporkan.
Partai-partai yang menentang Netanyahu memenangkan 67 dari 120 kursi di Knesset. Namun, jumlah tersebut terdiri dari dua blok, partai-partai Zionis yang menentang Netanyahu hanya meraih 48 kursi, sementara 19 kursi lainnya dimenangkan oleh dua partai Arab.
Kondisi ini mempersulit jalan Eisenkot—yang digadang-gadang menjadi perdana menteri—untuk menduduki jabatan tersebut. Di sisi lain, Netanyahu—yang koalisi pemerintahannya saat ini hanya memperoleh 53 kursi—juga tidak mampu membentuk pemerintahan mayoritas.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
“Bagaimanapun cara Anda melihat angka-angka tersebut, mayoritas warga Israel—dengan selisih lebih dari setengah juta suara—telah memilih untuk menolak pemerintahan 7 Oktober dan praktik penghindaran wajib militer, serta memilih perubahan,” ujar Eisenkot dalam sebuah pernyataan.
Ia pun berjanji untuk segera mengajukan undang-undang guna membentuk komisi penyelidikan negara terkait kegagalan yang berujung pada serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Selain itu, ia berkomitmen untuk menerapkan wajib militer bagi seluruh warga Israel serta mencabut undang-undang reformasi peradilan kontroversial yang disahkan oleh pemerintahan sebelumnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic