Kairo, MINA – Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir menjadi salah satu prodi yang diminati mahasiswa Mesir. Informasi ini disampaikan Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, baru-baru ini.
Prodi tersebut diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan mulai berjalan pada tahun ini. Pada tahun akademik 2026/2027, prodi ini menerima 350 mahasiswa baru. Menurut Atdikbud, totalnya kini sekitar 600 mahasiswa, padahal prodi baru berjalan dua tahun akademik.
Atdikbud KBRI Kairo mendapat penghargaan dari Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar atas upaya memperkuat prodi ini.
Abdul Muta’ali menyebut, berdirinya prodi tidak mematikan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Sekitar 20 persen mahasiswa prodi justru ikut mendaftar BIPA untuk mempercepat kemahiran berbahasa Indonesia.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Keberhasilan itu membuka jalur diplomasi pendidikan lain. Atdikbud KBRI Kairo bernegosiasi dengan Kementerian Pendidikan Mesir agar bahasa Indonesia diajarkan sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan ketiga, setelah bahasa Inggris dan Prancis, di sekolah menengah atas negeri (SMAN) di seluruh Mesir.
Pada Juni 2026, Atdikbud juga menembus Cairo University lewat Fakultas Darul Ulum. Di kampus yang disebut terbaik di Afrika itu, akan diajarkan mata kuliah Sejarah Peradaban Indonesia untuk S1 berbahasa pengantar Arab dan Pemikiran Islam Indonesia untuk S2 berbahasa Inggris.
Dekan Fakultas Darul Ulum, Prof. Ahmed Balbulah menyatakan mahasiswanya perlu dibekali bahasa Indonesia.
Universitas Al-Azhar juga menyediakan lahan seluas 2.700 meter persegi di dalam kampus bagi pemerintah Indonesia untuk membangun Indonesian House (Rumah Budaya Indonesia).
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Selain itu, program BIPA Goes to Campus in Egypt dijalankan di sejumlah kampus, termasuk Suez Canal University dan Ain Shams University.
Di bidang olahraga, Atdikbud tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Mesir agar pencak silat diakui sebagai cabang olahraga. Tercatat sekitar 6.700 warga Mesir menekuni silat, dan penggunaan bahasa Indonesia dalam budaya silat disebut sangat kuat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Saudi Koordinasi dengan NATO dan Eropa Bahas Perkembangan Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic