Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ponpes Al Mashduqi Garut Kembali Kirim Santri ke Universitas Al-Azhar Mesir

Rana Setiawan Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 11 Desember 2025 - 19:12 WIB

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:12 WIB

9 Views ㅤ

Enam santri Pondok Pesantren Modern Al Mashduqi Garut berfoto sebelum berangkat ke Mesir untuk melanjutkan kuliah di Universitas Al Azhar, Selasa (9/12/2025).(Foto: doc. For Minanews)

Garut, MINA – Pondok Pesantren Modern Al Mashduqi Garut kembali mengirim para santri terbaiknya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia.

Pada tahun ini, enam santri resmi diberangkatkan dan telah meninggalkan Indonesia sejak Selasa (9/12/2025). Keberangkatan mereka dilepas langsung pihak pesantren sebagai bentuk dukungan penuh terhadap perjalanan akademik para santri.

“Ya mereka sudah berangkat kemarin, sudah kami lepas untuk melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Al Azhar,” ujar Direktur Al-Mashduqi Islamic School Garut, Arif Bakhtiar, kepada media, Kamis (11/12).

Arif menyampaikan, sejak awal para santri dibina dengan sistem pendidikan yang dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Baca Juga: Wamen Komdigi Dorong Perguruan Tinggi Ambil Peran dalam Pengembangan Ekosistem AI

Ia menegaskan, Ponpes Al Mashduqi merupakan salah satu institusi pendidikan yang telah dipercaya Universitas Al-Azhar Kairo sebagai cabang resmi di Jawa Barat.

“Kami telah menjalankan kurikulum Al-Azhar bagi santri yang masuk dari kelas 1 SMP hingga SMA,” ungkapnya.

Menurut Arif, Universitas Al-Azhar memiliki kedudukan penting sebagai kiblat keilmuan Islam sekaligus pusat peradaban tertua kedua di dunia. Karena itu, ia berharap para santri dapat menempuh studi dengan baik dan kembali membawa kontribusi nyata bagi bangsa.

“Mereka adalah sosok yang Allah titipkan agamanya di pundak mereka, untuk umat bangsa dan negara,” kata Arif.

Baca Juga: STAI Al-Fatah Bogor Tutup KKN di Balaraja dengan Malam Keakraban

Dukungan penuh juga datang dari para orang tua. Kurnia (50), ayah dari salah satu santri bernama M Qolbi Adzikra Kurnia, mengatakan dirinya berharap sang anak tidak hanya pulang dengan gelar akademik semata.

Ia ingin pendidikan di Mesir dapat membentuk pribadi yang matang, berilmu luas, dan memiliki tekad kuat untuk mengabdi kepada bangsa.

“Luruskan niat, setelah selesai nanti pulanglah dengan tak hanya membawa gelar tapi membawa banyak manfaat bagi umat,” ungkapnya.

Sebelum berangkat, keenam santri berfoto bersama sebagai momen perpisahan dan simbol bahwa mereka membawa harapan besar dari keluarga dan pesantren menuju pusat keilmuan dunia, Universitas Al-Azhar Kairo.[]

Baca Juga: Menavigasi Era Digital: Menjaga Fitrah Anak Melalui Cahaya Wahyu

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS Sasar 700 MIS dan MTsS

Rekomendasi untuk Anda