Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - 11 jam yang lalu

11 jam yang lalu

11 Views

Sekelompok warga Palestina berkumpul di daerah Khirbet Hamsa untuk melakukan protes terhadap rencana Israel di wilayah dekat kota Hebron di Tepi Barat, Palestina, pada 9 Juni 2026. [Foto: Anadolu Agency]

Hebron, MINA – Pasukan penjajah Israel menarik diri dari sejumlah lingkungan di Kota Hebron (Al-Khalil), Tepi Barat selatan, Senin dini hari (2/11), setelah 10 hari melancarkan operasi militer yang memaksa ratusan keluarga Palestina mengungsi dan mengganggu pendidikan puluhan ribu siswa.

Wali Kota Al-Khalil Yousef al-Jabari mengatakan pasukan Israel menarik diri dari seluruh lingkungan sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Penarikan tersebut memungkinkan warga Palestina yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah dan menilai kerusakan yang ditinggalkan.

Menurut al-Jabari, pasukan penjajah Israel mengubah sekitar 540 rumah dan unit hunian menjadi barak militer selama operasi. Mereka juga meratakan sejumlah jalan, merusak infrastruktur, menghancurkan kendaraan, dan menyebabkan kerusakan luas pada properti warga.

Kotamadya Al-Khalil akan mulai menilai tingkat kerusakan dan mendokumentasikan kerugian di berbagai sektor seiring kehidupan sehari-hari berangsur pulih. Siswa juga mulai diharapkan dapat kembali ke sekolah dan universitas setelah kegiatan pendidikan terganggu akibat penggerebekan militer dan penutupan jalan.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Operasi militer Israel dimulai pada 23 Oktober setelah terjadi serangan penembakan yang menyasar sebuah pos pemeriksaan militer di pintu masuk utara kota. Serangan tersebut menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya, sementara kedua warga Palestina yang dituduh melakukan serangan kemudian tewas oleh pasukan Israel.

Selama operasi, pasukan penjajah Israel memberlakukan pengepungan menyeluruh di sebagian besar wilayah Al-Khalil, terutama di lingkungan al-Jalda, Ein Deir Baha, dan Khallet al-Maghariba.

Pasukan Israel menutup jalan dan pintu masuk, menggerebek serta menggeledah rumah warga, dan menyita bangunan hunian. Sejumlah rumah diubah menjadi pos militer dan pos pengamatan, sementara ratusan keluarga Palestina dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Data Kotamadya Al-Khalil dan komite bantuan setempat menunjukkan 537 keluarga yang terdiri dari sekitar 3.361 warga Palestina terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Pasukan Israel juga membongkar sejumlah bangunan dan struktur, merusak infrastruktur serta jalan utama, dan menyebabkan penutupan 327 usaha komersial.

Kerugian ekonomi langsung akibat penutupan diperkirakan mencapai lebih dari 12 juta shekel per hari, di samping kerusakan luas terhadap infrastruktur dan layanan penting.

Saat pasukan Israel menarik diri, keluarga-keluarga Palestina mulai kembali ke lingkungan yang terdampak. Mereka mendapati rumah-rumah dan properti yang rusak serta menghadapi ketidakpastian mengenai besarnya upaya perbaikan dan rekonstruksi yang dibutuhkan.

Operasi militer Israel juga mengganggu pendidikan di seluruh Provinsi Al-Khalil. Serikat Umum Guru Palestina melaporkan sekitar 80.000 siswa kehilangan kesempatan mengikuti pembelajaran tatap muka setelah kegiatan belajar dihentikan di 220 sekolah, termasuk sekolah negeri, swasta, dan UNRWA.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Sebagian besar sekolah terdampak berada di distrik pendidikan Al-Khalil tengah. Para siswa tidak dapat mengikuti kegiatan belajar selama sepekan akibat pembatasan militer dan penutupan jalan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Rekomendasi untuk Anda