Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekor Baru, Sedikitnya 97 Politikus Muslim Menang di Pemilu Sela AS, Abdul El-Sayed Jadi Senator Muslim Pertama

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 19 jam yang lalu

19 jam yang lalu

44 Views ㅤ

Dr. Abdul El-Sayed (Foto: X / @AbdullahElSayed / Dr. Abdul El-Sayed)

Washington, MINA – Politikus Muslim mencatat kemenangan terbanyak dalam sejarah pemilu sela Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2026, di tengah meningkatnya sentimen anti-Muslim. Data awal Council on American-Islamic Relations (CAIR) dan CAIR Action menyebut sedikitnya 97 kandidat Muslim terpilih.

Menurut CAIR, para pemenang itu tersebar di 21 negara bagian dan menduduki jabatan di tingkat federal, negara bagian, hingga pemerintahan lokal. Sebanyak 38 di antaranya menang dalam pemilihan legislatif negara bagian.

Dari 168 kandidat Muslim yang dipantau, 15 lainnya masih unggul dan enam sisanya bersaing ketat, sehingga jumlah pemenang diperkirakan melampaui 100 orang.

Angka tersebut naik sekitar 18 persen dibandingkan pemilu sela 2022 yang mencatat 82 kemenangan. Sedikitnya tujuh politikus Muslim terpilih ke Kongres AS, terdiri atas satu senator dan enam anggota DPR, menurut laporan media yang mengutip CAIR.

Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih

Tonggak sejarah terbesar dicetak Abdul El-Sayed dari Partai Demokrat, yang menjadi Muslim pertama terpilih sebagai senator AS. Ia mengalahkan Mike Rogers dari Partai Republik di Michigan dengan perolehan 52,44 persen berbanding 45,46 persen.

Di New Jersey, dokter bedah Adam Hamawy menjadi Muslim pertama yang terpilih mewakili negara bagian itu di Kongres. Ia pernah bertugas sebagai relawan medis di Gaza.

Kemenangan tersebut diraih meski kampanye diwarnai serangan bernuansa Islamofobia. Rogers sempat mengaitkan El-Sayed dengan Ikhwanul Muslimin, namun El-Sayed membantah tudingan itu.

CAIR juga mencatat 8.683 pengaduan pelanggaran hak sipil sepanjang 2025, tertinggi sejak pencatatan tahunan dimulai.

Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp362,6 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Meski Trump Klaim Sudah Dihancurkan

Survei keluar tempat pemungutan suara CAIR terhadap 522 pemilih Muslim menunjukkan 80 persen responden menilai perang di Gaza sebagai faktor besar dalam pilihan mereka.

Sebanyak 76 persen menyebut perang AS-Israel melawan Iran sebagai faktor besar, dan 80 persen menyebut kondisi ekonomi sebagai faktor utama. Sebanyak 80 persen responden memilih kandidat Demokrat, sementara enam persen memilih Republik.

Hasil ini muncul saat Demokrat merebut kendali DPR dan Senat AS dalam pemilu yang sama. CAIR meminta para politikus Muslim terpilih melayani seluruh konstituen, melindungi hak sipil, dan memperjuangkan keadilan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Aktivis HAM Bawa Bukti Dugaan Kejahatan ke ICC, Desak Surat Penangkapan Trump dan Pejabat AS

Rekomendasi untuk Anda