SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abah Setu Minta Maaf Usai Video Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad SAW Viral

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 13 September 2026 - 11:56 WIB

Ahad, 13 September 2026 - 11:56 WIB

94 Views ㅤ

Abah Setu (Dari Youtube)

Bekasi, MINA — Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Abah Setu (Asep Setiawan), akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf setelah video pernyataannya yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW viral di media sosial.

Permintaan maaf itu disampaikan setelah melalui proses mediasi di Mapolres Metro Bekasi pada Kamis (10/9).

Dalam rekaman siaran langsung yang beredar luas, Abah Setu melontarkan sejumlah pernyataan yang dinilai merendahkan Nabi Muhammad SAW.

Salah satu kutipan yang paling banyak dikutip di media sosial adalah, “Yang disebut Muhammad itu mana sih? Orang Madinah itu pantesan ente pada susah sekarang, mengharap dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dia sendiri.”

Baca Juga: Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif

Video tersebut langsung memicu kemarahan umat Islam di berbagai daerah.

Sejumlah warga sempat mendatangi kediaman pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Abah Setu di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Senin malam (7/9). Aksi penggerudukan ini dipicu beredarnya video yang memuat pernyataan kontroversial yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

Massa mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi langsung dari Abah Setu terkait isi rekaman yang telah beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Abah Setu terdengar membahas persoalan yang disebut “terjebak syariat” hingga melontarkan pernyataan yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyuruh pengikutnya untuk tidak ikut mengaji di majelisnya.

Respons Cepat Kepolisian

Baca Juga: Mahasiswa Gelar Demo Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Hari Ini

Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat langsung turun ke lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan dan gesekan antarwarga.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Andi Oddang, menyatakan bahwa kehadiran polisi bertujuan untuk menenangkan situasi. Petugas mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

Proses Hukum

Meskipun permintaan maaf telah disampaikan dan diterima oleh MUI Kabupaten Bekasi serta sebagian masyarakat, proses hukum tetap berjalan.

Baca Juga: MUI Nyatakan Karhutla Haram dan Darurat, Minta Presiden dan Aparat Tindak Tegas Pembakar

MUI Pusat melalui Wakil Ketua Umum Anwar Abbas juga menyatakan memaafkan, namun menekankan agar proses hukum tetap ditegakkan karena perbuatan tersebut melanggar hukum yang berlaku di Indonesia.

Polres Metro Bekasi memastikan proses hukum terkait kasus Abah Setu masih terus berjalan.

Kepolisian mengatakan belum ada pencabutan laporan resmi dari pihak pelapor, meskipun pihak terlapor sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Penanganan hukum selanjutnya akan disesuaikan dengan prosedur yang berlaku.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi maupun masyarakat setempat sebenarnya telah menerima permohonan maaf dari Abah Setu. Namun, secara yuridis, hal tersebut tidak serta-merta menghentikan perkara. []

Baca Juga: Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, Ini Wilayah Terpanas di Indonesia versi BMKG

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Singapura Sebut 3 Perusahaan Indonesia Terlibat Karhutla

Rekomendasi untuk Anda