Adam Barghouty, Perenang Muda Asal Palestina

(Wawancara Eksklusif Perenang Muda Palestina Adam Barghouty dengan Wartawan MINA)

Seorang perenang muda asal Palestina, 15 tahun, Adam Barghouty merupakan salah seorang atlet yang mengikuti ajang Asian Games 2018. Meski usianya yang masih terbilang muda, tapi ia terus berusaha untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam lomba.

Adam  lahir di Yordania,31 Mei 2002. Ia mengaku ingin menampilkan kemampuan olahraga bangsa Palestina di mata dunia, bahwa meski negaranya dijajah oleh Israel dan dengan fasilitas terbatas, bangsa Palestina memiliki atlet-atlet yang berbakat.

Khusus mengenai Indonesia, Adam mengatakan, “Masyarakat Indonesia adalah yang terbaik dan paling dekat di hati masyarakat Palestina.”

Berikut adalah wawancara eksklusif Wartawan MINA Rifa Berliana Arifin dan Nidiya Fitriyah dengan Adam Barghouty di sela-sela perlombaan cabang olahraga renang di  kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Rabu (22/8) :

MINA   : Bisa diceritakan, bagaimana pertandingan Anda di ajang Asian Games ini?

Adam   : Saya seorang perenang dari Palestina, umur saya 15 tahun, saya mengikuti kompetisi berenang 100, 200 & 400 Men freestyle (gaya bebas). Saya sangat bersemangat sekali mengikuti kompetisi ini.

MINA   : Apakah ini pertandingan pertama kali yang Anda ikuti?

Adam   : Ya, saya baru pertama kali mengikuti kompetisi renang tingkat internasional, yang diselenggarakan oleh negara asing.

MINA   : Kapan pertandingan pertama Anda di Asian Games ini?

Adam   : Pertandingan pertama saya di hari Ahad, saya ikut 200M gaya bebas, saya berhasil meraih posisi ke empat dari 8 peserta dari berbagai negara.

MINA   : Apa harapan Anda mengikuti Asian Games ini?

Adam   : Saya ingin mencari pengalaman dan meningkatkan kapasitas saya dengan kompetisi ini, saya melihat perenang-perenang handal dan hebat untuk saya jadikan motivasi dan semangat menjadi perenang terbaik.

Dengan itu, saya ingin tampilkan Palestina di mata olahraga dunia, bahwa kami eksis dan ada meski negara kami di bawah penjajahan Israel. Maka dari itu saya harus bisa maksimal dalam kompetisi pertama saya ini.

MINA   : Apa benar Anda merupakan salah satu atlet termuda dalam cabang olahraga (cabor) renang ini? Lalu apa cita cita Anda ?

Adam   : Ya, saya mungkin terhitung paling muda dalam cabor ini, meski muda itu tidak menjadi penghalang bagi saya untuk menunjukan performa terbaik.

Cita-cita saya ingin bisa minimalnya seperti Joseph Schooling yang berhasil memecahkan rekor terbaru di dunia setelah Michael Philips.

MINA   : Sejak kapan Anda menekuni olahraga renang?

Adam   : Saya menenkuni olahraga ini saat usia saya 8 tahun, saya berlatih keras hingga umur saya mencapai 15 tahun, setelah itu saya dalami seni renang ini di Amerika. Saat ini saya pun ikut bergabung dengan klub-klub renang di sana.

MINA  : Lalu bagaimana pemuda Palestina melihat olahraga ?

Adam   : Meski kabar dan informasi selalu berkaitan dengan peperangan, penjajahan, padahal sejujurnya Palestina memiliki banyak sekali olahragawan termasuk para perenang, tapi kendala sarana dan fasilitas yang terbatas membuat mereka sulit untuk berkembang.

Sebagai contoh, Palestina bisa mengalahkan Indonesia 2-1 di babak penyisihan group, itu merupakan salah satu bukti bahwa mereka mempersiapkan dan melatih diri untuk kompetisi ini meski dengan fasilitas yang terbatas.

MINA   : Apa pesan anda untuk masyarakat Indonesia?

Adam   : Dari awal saat pembukaan Asian Games yang begitu meriah, saya yang pertama kali menginjakkan kaki ke negara ini merasa bahwa masyarakat Indonesia begitu dekat tidak asing. Kami mendapat dukungan yang begitu hangat saat gemuruh sorak meneriakkan Palestina pada pembukaan Asian Games.

Saya merasa menyatu dengan kehangatan ini, saya merasa berada di lingkungan masyarakat sendiri, meski kita berbeda bahasa dan warna. Tetapi saya merasakan bahwa Indonesia adalah saudara kandung Palestina.

Terus terang, masyarakat Indonesia adalah yang terbaik dan paling dekat di hati masyarakat Palestina. (W/R04/RA-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)