Johannesburg, MINA — Pemerintah Afrika Selatan resmi menetapkan situasi banjir besar sebagai status bencana nasional setelah curah hujan ekstrem dan banjir merusak infrastruktur serta menyebabkan puluhan korban jiwa di beberapa provinsi utara negara itu.
Pernyataan status bencana ini diumumkan pada Ahad (18/1) oleh Kepala National Disaster Management Centre di Cape Town, membuka jalan bagi mobilisasi respons terpadu nasional untuk menangani dampak banjir yang melanda terutama wilayah Limpopo dan Mpumalanga. Al-Jazeera melaporkan.
Otoritas setempat melaporkan bahwa hujan deras yang mengguyur sejak pekan lalu menyebabkan sungai-sungai meluap, menewaskan sedikitnya 30 orang di bagian utara Afrika Selatan dan menimbulkan kerusakan luas pada rumah, jaringan jalan, dan jembatan.
Dampak cuaca ekstrem juga memaksa penutupan sementara Kruger National Park, taman nasional terbesar di negara itu, dan evakuasi ratusan wisatawan serta staf sebagai tindakan keselamatan sementara karena banjir memenuhi kawasan akses.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Selain Afrika Selatan, negara-negara tetangga seperti Mozambique dan Zimbabwe juga terdampak badai hujan berkepanjangan, dengan korban jiwa dan kerusakan yang signifikan dilaporkan akibat banjir serupa di wilayah selatan benua Afrika.
Status bencana nasional yang diberlakukan memungkinkan pemerintah memperkuat koordinasi penanggulangan bencana, mempercepat penyediaan bantuan logistik dan sumber daya, serta memobilisasi tim penyelamat untuk membantu warga terdampak banjir besar yang belum pulih sepenuhnya.
Penetapan status bencana nasional di Afrika Selatan dilakukan di tengah kesulitan negara ini menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering dan intens akibat perubahan iklim global.
Banjir besar yang melanda beberapa provinsi ini bukan pertama kali terjadi; serangkaian hujan deras akhir-akhir ini terus menimbulkan kekhawatiran atas kesiapan sistem mitigasi bencana, sementara pihak berwenang mengkoordinasikan respons darurat yang melibatkan berbagai lembaga pemerintahan dan relawan. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic