Washington, MINA – Aksi penembakan kedua dalam satu bulan ini di negara bagian Minnesota, AS, memicu kritik terhadap pemerintahan Donald Trump.
Partai Republik pendukung utama pemerintahan Trump mendukung hak senjata mendapatkan banjir kritik atas maraknya aksi penembakan, salah satunya yang menewaskan Alex Pretti, oleh seorang perwira federal di Minneapolis. The Globe and Mail melaporkan, Selasa (27/1).
Kematian itu tidak menghasilkan perubahan yang jelas dalam politik atau kebijakan senjata AS, bahkan ketika Presiden Donald Trump memutasi letnan yang bertanggung jawab atas tindakan keras Imigrasi (ICE).
Suara-suara kritis dalam koalisi Trump telah menyerukan penyelidikan menyeluruh atas kematian Pretti, dengan mengkritik inkonsistensi dalam beberapa sikap Amandemen dari Partai Republik.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Jika dinamika berlanjut, itu bisa memberi masalah bagi Partai Republik saat Trump menuju tahun pemilihan paruh waktu dengan pemilih sudah semakin skeptis terhadap pendekatan imigrasinya secara keseluruhan.
Kekhawatiran itu cukup membuat Gedung Putih gerah, sehingga juru bicara utama Trump berusaha pada Senin (26/1) untuk menegaskan kembali pernyataannya sebagai pendukung hak senjata yang sah.
“Presiden mendukung hak-hak Amandemen Kedua warga negara Amerika yang taat hukum, tentu saja,” kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic