Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivis Anti-Islam Tommy Robinson Ditahan di Bandara London

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 15 Juni 2026 - 07:37 WIB

Senin, 15 Juni 2026 - 07:37 WIB

28 Views ㅤ

Aktivis anti-Islam Toomy Robinson (foto: IG)

London, MINA – Aktivis anti-Islam Inggris, Tommy Robinson mengaku ditahan aparat kepolisian di Bandara Heathrow, London, pada Sabtu (14/6) malam setibanya dari perjalanan luar negeri.

Dalam unggahan di media sosial X, Robinson mengatakan dirinya diperiksa selama sekitar tiga jam dan ponselnya disita berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Keamanan Perbatasan dan Penanggulangan Terorisme Inggris. Arabnews melaporkan, Senin (15/6)

Robinson, yang memiliki nama asli Stephen Yaxley-Lennon, menyatakan penahanan tersebut dilakukan tanpa penjelasan rinci mengenai alasan penyelidikan. Ia juga mengumumkan penggalangan dana hukum untuk menghadapi proses yang mungkin menyusul setelah penyitaan perangkat komunikasinya oleh pihak berwenang.

Peristiwa itu terjadi hanya beberapa hari setelah Robinson aktif mengunggah komentar terkait kerusuhan yang melanda Belfast, Irlandia Utara.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Kerusuhan tersebut dipicu oleh beredarnya video penikaman brutal terhadap seorang pria yang menyebabkan korban kehilangan satu mata. Polisi kemudian mendakwa seorang pria asal Sudan atas tuduhan percobaan pembunuhan, namun kasus tersebut tidak dikategorikan sebagai tindakan terorisme.

Dalam beberapa hari setelah insiden penikaman itu, kerusuhan menyebar ke sejumlah wilayah di Belfast. Massa dilaporkan menyerang rumah dan tempat usaha milik kelompok minoritas etnis serta warga pendatang. Pemerintah Inggris mengecam aksi tersebut sebagai tindakan rasis dan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dalam masyarakat demokratis.

Sejumlah politisi lokal menuding kelompok sayap kanan dan para agitator di media sosial berperan dalam memperluas serta mengoordinasikan kerusuhan tersebut.

Meski tidak secara langsung menyebut nama Robinson, sebagian pengamat menilai aktivitas daring tokoh-tokoh berpengaruh di kalangan kelompok nasionalis ekstrem turut memperbesar ketegangan sosial di tengah meningkatnya isu migrasi dan identitas nasional di Inggris.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Kepolisian Inggris tidak mengonfirmasi identitas orang yang diperiksa di Heathrow, namun menyebut seorang pria berusia 40-an tahun dihentikan setelah tiba dari Rusia melalui Turkiye. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda