Amman, MINA – Para aktivis pro-Palestina di Lebanon, Yordania, dan sejumlah negara Arab lainnya menyerukan boikot terhadap film “Spider-Man: Brand New Day” karena produser Avi Arad mendukung Israel dan menolak kritik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama perang di Gaza, demikian laporan Anadolu Agency, Kamis (13/8).
Kampanye Boikot Pendukung Israel di Lebanon mengajak penonton untuk tidak membeli tiket film tersebut, dengan alasan bahwa mendukung secara finansial produksi yang melibatkan tokoh-tokoh yang secara terbuka mendukung Israel sama dengan normalisasi budaya.
“Apakah kita ingin mendukung produksi yang melibatkan individu yang secara terbuka menyatakan dukungan politik kepada Israel?” demikian pernyataan kelompok tersebut di media sosial menjelang perilisan film.
Kampanye tersebut mengajak masyarakat untuk menghindari pemutaran berbayar dan mengatakan sikap mereka mencerminkan penolakan terhadap normalisasi dengan Israel atau kebijakannya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Di Yordania, kelompok anti-normalisasi Taharrak mengeluarkan pernyataan terpisah yang menyerukan boikot film tersebut dan dikeluarkan dari jadwal bioskop-bioskop Yordania.
Kelompok tersebut juga mendesak Serikat Seniman Yordania, operator bioskop, dan lembaga terkait lainnya untuk mengambil sikap menolak pemutarannya. Seruan tersebut kemudian diperkuat oleh para aktivis dan kreator konten di negara-negara Arab lainnya.
Film “Spider-Man: Brand New Day,” yang dirilis secara internasional pada 31 Juli, dibintangi oleh Tom Holland sebagai Peter Parker dan disutradarai oleh Destin Daniel Cretton. Marvel mencantumkan Arad sebagai salah satu dari empat produsernya bersama Kevin Feige, Amy Pascal, dan Rachel O’Connor.
Kampanye ini berfokus pada rekam jejak politik Arad, bukan pada alur film atau anggota pemeran dan kru lainnya.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Arad, mantan kepala Marvel Studios yang memiliki kewarganegaraan Israel dan AS, bertugas di militer Israel antara 1965 dan 1968 dan terlibat dalam Perang Enam Hari 1967.
Dalam surat tahun 2024 yang dipublikasikan oleh outlet hiburan TheWrap, Arad menegur Pemimpin Mayoritas Senat AS saat itu, Chuck Schumer, setelah senator tersebut menggambarkan Netanyahu sebagai penghalang perdamaian dan menyerukan agar Israel mengadakan pemilu baru.
“Ini bukan perangmu. Ini bukan negaramu. Dan bukan kamu yang terancam,” tulis Arad, dengan alasan bahwa Schumer tidak memiliki hak untuk mempengaruhi proses pemilihan Israel. Ia juga menggambarkan dirinya sebagai mantan anggota militer Israel yang bangga dan menolak posisi Schumer mengenai gencatan senjata.
Para aktivis mengatakan pernyataan tersebut menunjukkan dukungan Arad terhadap tindakan Israel selama perang Gaza dan berpendapat bahwa pembelian tiket berkontribusi secara finansial pada produksi yang terkait dengannya.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Dampak kampanye terhadap jumlah penonton masih belum jelas. Film tersebut terus diputar di Lebanon meskipun ada seruan boikot, dengan perwakilan jaringan Grand Cinemas mengatakan kepada publikasi Lebanon L’Orient Today setelah perilisan bahwa permintaan tetap tinggi.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic