Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amnesty UK Sebut Pemilu Israel sebagai “Apartheid di Kotak Suara”

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:36 WIB

20 Views ㅤ

Pendudukan Israel menggelar pemilihan umum pada Selasa (27/10/2026), dengan lebih dari 7,3 juta orang yang memenuhi syarat untuk memberikan suara guna memilih 120 anggota Knesset. (Foto: Anadolu Agency)

London, MINA – Amnesty International UK mengecam pemilihan umum Israel yang berlangsung Selasa (27/10) sebagai “apartheid di kotak suara”.

Mereka menyatakan bahwa jutaan warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan Israel tidak diberikan hak untuk memilih, sementara para pemukim Israel yang tinggal di tanah Palestina justru dapat memberikan suara, lapor Anadolu.

“Saat pemungutan suara dimulai, warga Palestina di Hebron terkunci di kota mereka sendiri (di Tepi Barat), dengan ribuan orang dipaksa meninggalkan rumah mereka. Di Gaza, lebih dari 1.500 orang telah terbunuh sejak apa yang disebut sebagai gencatan senjata dimulai,” ujar Kristyan Benedict, Manajer Respons Krisis Amnesty International UK, dalam sebuah pernyataan, merujuk pada gencatan senjata yang dicapai pada Oktober 2025.

Mendesak pemerintah Inggris untuk mengambil tindakan terlepas dari apa pun hasil pemilihan umum tersebut, Benedict mengatakan hasil pemilihan umum apa pun tidak akan mengubah apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Inggris.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

“Mereka harus menghentikan semua transfer senjata ke Israel, menjatuhkan sanksi terhadap pejabat Israel yang paling terlibat dalam kejahatan internasional, serta menuntut akses kemanusiaan tanpa hambatan dan diakhirinya blokade ilegal terhadap Gaza,” tambahnya.

Benedict lebih lanjut mendesak Inggris untuk mendukung lembaga peradilan internasional dan mengakhiri keterlibatannya dalam pendudukan Israel atas wilayah Palestina.

“Mereka harus mendukung Mahkamah Pidana Internasional, melaksanakan putusan Mahkamah Internasional secara penuh, dan memutus setiap hubungan Inggris dengan pendudukan ilegal Israel, sistem apartheid, serta genosida terhadap rakyat Palestina, baik melalui perdagangan, investasi, keuangan, kerja sama, maupun bantuan,” ujarnya.

Pemungutan suara dimulai pada hari Selasa dalam pemilihan parlemen Israel, dengan lebih dari 7,3 juta orang yang memenuhi syarat untuk memberikan suara guna memilih 120 anggota Knesset.

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Pemilihan umum ini ditandai dengan persaingan sengit antara koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan blok oposisi yang dipimpin oleh mantan kepala militer Gadi Eisenkot.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Rekomendasi untuk Anda