London, MINA – Perdana Menteri baru Inggris Andy Burnham langsung mengawali masa jabatannya dengan merombak susunan kabinet dan menunjuk Ed Miliband sebagai Menteri Luar Negeri.
Penunjukan tersebut menjadi salah satu keputusan paling menyita perhatian karena diperkirakan akan memengaruhi arah diplomasi Inggris di tengah berbagai tantangan global, termasuk konflik di Timur Tengah dan perang di Ukraina. MEMO melaporkan, Selasa (21/7).
Kabinet pertama Burnham diumumkan pada Senin (20/7) hanya beberapa jam setelah ia resmi menerima mandat membentuk pemerintahan dari Raja Charles III.
Selain Miliband, Burnham menunjuk John Healey sebagai Menteri Keuangan, sementara Shabana Mahmood tetap dipercaya memimpin Kementerian Dalam Negeri. Yvette Cooper ditugaskan sebagai Menteri Kesehatan, Jonathan Reynolds memimpin Kementerian Bisnis dan Perdagangan, sedangkan Wes Streeting dipercaya menjabat Menteri Pertahanan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Dalam pidato perdananya di depan kantor Perdana Menteri di Downing Street, Burnham berjanji membawa perubahan besar bagi Inggris melalui pendekatan politik yang lebih kolaboratif, penguatan kewenangan pemerintah daerah, serta kebijakan ekonomi yang berorientasi pada pemulihan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menjanjikan langkah cepat untuk meredam krisis biaya hidup yang masih membebani warga Inggris.
Pengangkatan Ed Miliband sebagai Menteri Luar Negeri dinilai menjadi sinyal penting bagi kebijakan luar negeri pemerintahan Burnham. Sebagai tokoh senior Partai Buruh yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, Miliband diperkirakan akan memainkan peran sentral dalam hubungan Inggris dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, serta menyikapi dinamika konflik di Timur Tengah dan berbagai isu internasional lainnya.
Pemerintahan Burnham sendiri menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain harus mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat dan mengendalikan tingginya biaya hidup, pemerintah baru juga dituntut menjaga stabilitas politik dalam negeri serta memperkuat posisi Inggris di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris menggantikan Keir Starmer setelah memperoleh mandat dari Raja Charles III untuk membentuk pemerintahan baru.
Dalam pidato perdananya, Burnham menegaskan pemerintahannya akan menyusun agenda pembangunan jangka panjang selama 10 tahun dengan fokus pada reformasi ekonomi, peningkatan layanan publik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic