Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Green Party Inggris Akan Voting Mosi ‘Zionisme adalah Rasisme’

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:10 WIB

19 Views ㅤ

Green Party Inggris (foto: Zeteo)

Brighton, MINA – Partai Hijau Inggris dan Wales (Green Party) menggelar konferensi tahunan di Brighton pada 2–4 Oktober 2026, dengan salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah pemungutan suara terhadap mosi berjudul “Zionism is Racism” atau “Zionisme adalah Rasisme”.

Mosi tersebut akan diperdebatkan dan dijadwalkan untuk dipungut suara pada Ahad, 4 Oktober.

Jika disahkan, mosi itu akan menjadi bagian dari kebijakan resmi Green Party. Middle East Eye melaporkan, Jumat (2/10).

Mosi yang diajukan anggota partai itu mendefinisikan Zionisme sebagai bentuk rasisme, menyatakan penolakan partai terhadap Zionisme, serta mendukung hak menentukan nasib sendiri dan pembebasan rakyat Palestina.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Mosi tersebut juga menyerukan pembentukan satu negara Palestina yang demokratis di seluruh Palestina historis dengan hak yang setara bagi kelompok etnis dan agama.

British-Palestinian Lubna Speitan, penulis utama mosi, mengatakan usulan tersebut disusun bersama warga Palestina dan para pendukungnya dari latar belakang Muslim, Kristen, Yahudi, maupun mereka yang tidak beragama.

“Kita harus secara langsung menghadapi ideologi yang menormalisasi penderitaan kita, rasisme Zionisme dan narasinya yang membalik posisi korban dan penindas,” ujar Speitan, dikutip Middle East Eye.

Mosi tersebut mendapat dukungan dari Stephen Kapos, penyintas Holocaust dan aktivis Yahudi.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Kapos menyatakan dirinya mendukung mosi tersebut dan menilai Zionisme, baik sebagai ideologi maupun praktik, merugikan dan tidak memiliki legitimasi.

Namun, usulan tersebut juga memicu kritik dari sejumlah tokoh senior Green Party.

Caroline Lucas, mantan pemimpin Green Party dan mantan anggota parlemen dari Brighton Pavilion, mengatakan dirinya memiliki kekhawatiran serius terhadap mosi tersebut.

Ia menilai tidak terdapat satu definisi tunggal mengenai Zionisme dan memperingatkan bahwa mosi itu dapat memicu perpecahan serta dipandang sebagai tanda bahwa warga Yahudi tidak diterima di dalam partai.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Mantan wakil pemimpin Green Party, Adrian Ramsay, juga menolak mosi tersebut.

Ia mengatakan partai tidak semestinya mengadopsi kebijakan yang dapat dipandang tidak mendukung hak warga Israel dan Palestina atas kenegaraan.

Ramsay menyatakan dirinya tetap berpegang pada posisi Green Party dalam manifesto 2024 yang menyerukan hak yang setara bagi warga Israel dan Palestina.

Sementara itu, pemimpin Green Party Zack Polanski, yang merupakan seorang Yahudi, sebelumnya mengatakan mosi tersebut perlu diubah agar secara tegas melindungi warga Yahudi.

Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun

Dalam pernyataannya, ia mencontohkan bahwa anggota partai yang menentang penjajahan, apartheid, dan genosida terhadap Palestina, tetapi berasal dari sinagoga yang menyebut dirinya Zionis, tidak seharusnya diperlakukan berbeda di dalam partai.

Dalam konferensi yang berlangsung di Brighton, Polanski juga menyampaikan pidato sebagai pemimpin partai, tetapi tidak membahas secara langsung mosi “Zionism is Racism” dalam pidatonya.

Mosi tersebut tetap menjadi salah satu isu yang menimbulkan perdebatan internal di kalangan anggota Green Party.

Kelompok Jewish Greens dalam Green Party menyatakan anggotanya memiliki pandangan yang beragam mengenai mosi tersebut dan, dalam keterangan terbaru, tidak mengambil posisi resmi secara kolektif.[]

Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda