London, MINA – Andy Burnham, yang dipandang sebagai calon terdepan untuk menggantikan Keir Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus Perdana Menteri Inggris, menyerukan kebijakan yang lebih keras terhadap Israel.
Burnham menilai kebijakan saat ini membutuhkan tinjauan komprehensif untuk memastikan tekanan nyata diberikan guna meredakan eskalasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Dalam pernyataan persnya, seperti dilaporkan Jaedah Al-Quds, Ahad (12/7), Burnham menyesali posisi Partai Buruh pada awal operasi militer Israel.
Ia menilai reaksi partai tidak setinggi yang diharapkan banyak orang. Penundaan dalam menyerukan gencatan senjata, menurutnya, adalah kesalahan yang harus diperbaiki dengan sikap yang lebih tegas dan jelas terhadap pelanggaran yang terus berlangsung di wilayah Palestina yang diduduki.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Burnham menekankan perlunya mempertimbangkan secara serius penjatuhan sanksi ekonomi baru yang menargetkan kegiatan permukiman ilegal di Tepi Barat. Ia menyerukan pencarian mekanisme hukum untuk melarang perdagangan barang dan produk yang berasal dari pemukiman tersebut.
Menurutnya, langkah ini merupakan sarana tekanan efektif untuk mematuhi hukum internasional yang menganggap permukiman sebagai hambatan bagi perdamaian.
Bukti Kejahatan Perang di Gaza
Burnham juga menyinggung laporan internasional tentang pelanggaran berat selama perang. Ia menyatakan bahwa ada bukti berkembang bahwa kejahatan perang mungkin telah dilakukan di Gaza. Namun, ia mengklarifikasi bahwa ajudikasi akhir dari tuduhan ini berada dalam yurisdiksi pengadilan internasional dan badan peradilan kompeten, bukan wewenang pemimpin politik. []
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic