Washington, MINA – Media di Amerika Serikat, The Guardian mengungkapkan dalam sebuah laporan investigasi bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan rencana untuk membangun pangkalan militer AS di Jalur Gaza, dengan kapasitas sekitar 5.000 personel.
Pangkalan militer itu akan berfungsi sebagai markas besar pasukan internasional yang diusulkan di bawah Dewan Perdamaian (BoP). Dikutip dari Harian Al-Quds, Jumat (20/2).
Laporan tersebut didasarkan pada catatan kontrak resmi yang menunjukkan bahwa proyek tersebut bukan hanya pengaturan sementara. Akan tetapi lebih merupakan visi komprehensif untuk kehadiran militer jangka panjang di Jalur Gaza selatan, menempatkannya di jantung transformasi politik dan keamanan yang terkait dengan masa depan Gaza pasca-perang.
Menurut dokumen tersebut, pangkalan akan dibangun di area seluas lebih dari 350 hektar, dengan dimensi panjang 1.400 meter dan lebar 1.100 meter, dan konstruksi akan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Fasilitas ini akan mencakup 26 menara pengamatan lapis baja yang dipasang di atas trailer, lapangan tembak senjata ringan, bunker yang diperkuat, dan gudang untuk peralatan militer, di samping pagar kawat berduri lengkap yang mengelilingi lokasi tersebut.
Deskripsi ini mencerminkan struktur operasional canggih yang lebih mirip dengan pangkalan tempur lengkap daripada lokasi misi perdamaian tradisional yang berfokus pada pemantauan atau dukungan logistik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic