Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Serang Infrastruktur Sipil di Wilayah Iran Selatan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 17 Juli 2026 - 08:04 WIB

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:04 WIB

20 Views ㅤ

Serangan AS ke Iran (foto: X/ Anadolu)

Teheran, MINA – Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur sipil di wilayah Iran selatan dalam operasi militer terbarunya. Teheran mengecam aksi tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan menilai serangan itu menunjukkan eskalasi baru dalam konflik yang terus memanas antara kedua negara.

Media pemerintah Iran Tasnim melaporkan, Jumat (17/7) serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat.

Sementara itu, militer Amerika Serikat menyatakan operasi yang berlangsung pada malam keenam berturut-turut itu ditujukan untuk melemahkan kemampuan strategis Iran, namun tidak memberikan rincian mengenai seluruh target yang diserang.

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Aksi saling serang itu memperlihatkan bahwa kesepakatan penghentian permusuhan yang sempat dicapai beberapa pekan lalu kian kehilangan efektivitas, sementara peluang kembalinya kedua pihak ke meja perundingan semakin mengecil.

Konflik yang terus meluas juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Iran kembali menegaskan bahwa selat tersebut merupakan “garis merah” yang harus dijaga, sedangkan meningkatnya aktivitas militer di kawasan itu telah mengganggu pelayaran komersial dan memicu gejolak di pasar energi global.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah negara dan organisasi internasional kembali menyerukan penghentian aksi militer serta mendesak Washington dan Teheran mengedepankan jalur diplomasi.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Serangan terhadap fasilitas sipil berisiko memperburuk krisis kemanusiaan sekaligus meningkatkan potensi meluasnya konflik ke negara-negara lain di Timur Tengah.

Hingga hari ini, belum terlihat tanda-tanda penurunan intensitas operasi militer dari kedua belah pihak. Amerika Serikat menegaskan akan terus memberikan tekanan terhadap Iran, sedangkan Teheran menyatakan siap membalas setiap serangan yang mengancam wilayah dan kepentingan nasionalnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia