Asma Mustafa, Guru Palestina Juara Global Teacher Prize 2020

Gaza, MINA – Asma Mustafa, seorang guru perempuan dari Jalur Gaza, Palestina, berhasil meraih penghargaan “Global Teacher Prize 2020” yang diberikan oleh “Penghargaan Pendidikan AKS” di India, di antara 100 guru di dunia, termasuk 4 guru dari Palestina.

Guru bahasa Inggris di Sekolah Halima Al Saadia, di Jalur Gaza utara, mempresentasikan serangkaian karya kreatif dan aktivitas selama karir pendidikannya 13 tahun terakhir. Quds Press melaporkan, Jumat (30/10).

Sebanyak 110 negara berpartisipasi dalam kompetisi global, yang diadakan di ibu kota India, New Delhi, dan 100 guru terbaik di seluruh dunia dipilih, termasuk Asma dan 3 guru lainnya dari Palestina.

Penghargaan dijadwalkan akan diadakan pada 22 November melalui teknologi virtual Zoom.

Asma yang mengajar bahasa Inggris, setelah lulus dari universitas pada 2008, ia menemukan banyak cara untuk mengajar bahasa Inggris kepada non-penutur asli, di ataranya dengan kreasi 45 permainan.

“Saya mengajukan permohonan untuk penghargaan ini dengan karya-karya yang telah diklasifikasikan oleh juri, dan bahwa karya-karya itu layak untuk digeneralisasikan pada tingkat praktis,” ujarnya.

Ia bangga menjadi guru pertama yang memasuki komunitas “National Geographic” dan menempatkan nama Palestina di antara negara-negara peserta.

“Kami sebagai orang Palestina selalu memiliki prestasi besar walau berada di bawah blockade. Guru-guru di Palestina selalu berusaha memberikan proses pendidikan sebaik mungkin, melalui kreativitas yang tidak terbatas,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pada masa pandemi Corona, ia tetap mengajarkan pembelajaran melalui kelas virtual dan dalam e-learning melakukan 35 perjalanan ke negara yang berbeda.

Guru Palestina itu tertarik menerapkan strategi kerjasama aktif melalui permainan yang cocok untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis dalam bahasa Inggris untuk siswa.

“Saya berupaya mengubah sistem pendidikan tradisional dengan inovasi-inovasi baru yang menghasilkan perubahan perilaku siswa saya, dan ini mendorong saya untuk terus berionovasi membekali calon-calon pemimpin masa depan,” ujarnya.

Asma aktif dalam keanggotaan di lembaga pendidikan internasional dan dengan perusahaan yang memproduksi pendidikan digital, seperti Microsoft, Google, Apple, Wakelet dan National Geographic).

Di antara penilaian utama Asma yang paling menonjol, yang membuatnya memenuhi syarat untuk menang, adalah penggunaan teknologi digital yang optimal dalam pendidikan, serta kerja sama yang tidak terbatas dengan guru di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Ia juga telah berpartisipasi aktif dalam puluhan konferensi pendidikan internasional.

Organisasi “AKS Education Award”, yang menyelenggarakan kompetisi global untuk tahun kelima berturut-turut, tertarik pada pendidik dalam membawa perubahan mendasar pada sistem pendidikan di seluruh dunia, melalui standar yang ditetapkan oleh institusi. (T/RS2/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)