Washington, MINA — Cuaca ekstrem dalam bentuk badai salju dahsyat di Amerika Serikat telah mengganggu aktivitas transportasi nasional, menyebabkan lebih dari 8.000 penerbangan dibatalkan di seluruh negeri selama akhir pekan.
Dampaknya dirasakan penumpang domestik dan internasional, serta menjadi salah satu gangguan udara terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Al-Jazeera melaporkan, Sabtu (24/1).
Badai musim dingin yang bergerak dari barat daya menuju timur laut tersebut membawa salju tebal, hujan es dan angin kencang. Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan kondisi yang berpotensi berbahaya di sejumlah wilayah, dengan prediksi akumulasi salju mencapai sekitar 30 sentimeter di kota-kota besar seperti Washington, New York dan Boston.
Sebagian besar pembatalan terjadi di bandara-bandara besar dan rute-rute populer. Catatan dari situs pelacak penerbangan FlightAware menunjukkan sekitar 3.400 jadwal batal atau tertunda pada Sabtu, sementara lebih dari 5.000 rute dibatalkan untuk Minggu. Situasi ini membuat banyak penumpang terdampar di bandara atau harus merombak rencana perjalanan mereka.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Gubernur sejumlah negara bagian telah mengeluarkan peringatan dan menetapkan status darurat. Mereka meminta warga untuk membatasi perjalanan yang tidak penting dan waspada terhadap jalan yang licin serta suhu ekstrem. Texas menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak awalnya, dengan hujan beku dan salju turun secara bersamaan.
Selain gangguan penerbangan, badai besar ini juga mengancam jaringan listrik dan infrastruktur darat. Perusahaan utilitas memperingatkan kemungkinan pemutusan aliran listrik karena pohon dan kabel listrik tertimpa es berat. Sementara itu, sekolah, gereja, dan acara-acara publik di beberapa kota juga ditunda atau dibatalkan demi keselamatan warga.
Sistem badai musim dingin di Amerika Serikat sering kali membawa konsekuensi besar bagi berbagai sektor. Negara-negara bagian secara rutin menghadapi tantangan seperti salju tebal, es, dan angin kencang yang dapat menyebabkan kecelakaan, pemadaman listrik, serta gangguan perjalanan.
Faktor perubahan iklim juga diperkirakan memperkuat pola cuaca ekstrem, yang membuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi semakin penting. []
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic