Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa Anggota Demokrat Boikot Trump di Kongres AS

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 25 Februari 2026 - 10:01 WIB

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:01 WIB

17 Views ㅤ

Suasana rapatKongres dan Senat AS (Quds Press)

Washington D.C, MINA – Beberapa anggota Kongres dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) memboikot pidato kenegaraan Presiden Donald Trump di Capitol Hill pada Selasa malam (24/2).

Langkah itu merupakan bentuk protes terhadap kebijakan dan retorika pemerintahan Trump yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi publik AS. Al-Jazeera melaporkan.

Ribuan warga Washington, D.C. juga menyelenggarakan aksi tandingan berupa rally bertajuk “People’s State of the Union” di National Mall. Puluhan legislator Demokrat memilih menghadiri acara ini daripada duduk di ruang sidang gabungan Kongres selama pidato Trump berlangsung.

Pidato kenegaraan itu sendiri merupakan agenda tahunan yang disampaikan Presiden di hadapan anggota DPR dan Senat AS.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Dalam sambutannya, Trump menegaskan keberhasilan ekonomi, kerja sama energi, serta prestasi olahraga nasional, bahkan menghadirkan tim hoki putra AS yang meraih emas Olimpiade sebagai tamu kehormatan.

Namun protes tidak hanya sebatas boikot. Di dalam ruang sidang, insiden kecil terjadi ketika Wakil Rakyat Demokrat dari Texas, Al Green, dikeluarkan oleh petugas keamanan setelah memegang tanda protes saat pidato berlangsung. Peristiwa tersebut mencerminkan ketegangan partai pendukung Trump dan lawan politiknya.

Selain itu, sejumlah anggota Demokrat seperti Rep. Judy Chu menegaskan bahwa mereka memilih boikot karena ingin menyoroti isu-isu nasional seperti kenaikan biaya hidup, perubahan kebijakan kesehatan, dan pemotongan layanan sosial yang menurut mereka diperparah oleh kebijakan Trump.

Pidato “State of the Union” pada Februari 2026 ini juga menjadi tonggak penting dalam dinamika politik AS menjelang pemilu tengah masa jabatan.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Partai Demokrat berupaya menonjolkan kritik terhadap kebijakan Trump dalam imigrasi, perdagangan, dan anggaran, sementara pendukung Trump tetap memandang pidato tersebut sebagai kesempatan untuk menegaskan klaim pertumbuhan dan stabilitas nasional.

Pidato kenegaraan (State of the Union) adalah tradisi konstitusional di AS di mana Presiden menyampaikan laporan tahunan tentang kondisi negara kepada Kongres (DPR).

Walaupun bukan keharusan kehadiran legislator, aksi boikot menandai pergeseran politik signifikan di Washington, mencerminkan tingkat polaritas yang tinggi dalam politik AS modern. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda