Amsterdam, MINA — Penyiar publik Belanda, NBO, mengumumkan pada Selasa (27/10) bahwa negaranya secara resmi menarik diri dari Kontes Lagu Eurovision 2027.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap partisipasi Israel dalam kompetisi musik tahunan tersebut. Quds Press melaporkan.
“Kita sudah lama tahu bahwa partisipasi Israel memicu reaksi beragam di masyarakat, dan menjadi sumber kontroversi serta perpecahan. Oleh karena itu, setelah berkonsultasi dengan Dewan Organisasi Penyiaran, Perusahaan Penyiaran Belanda memutuskan untuk menarik diri dari edisi 2027,” demikian pernyataan resmi NBO.
Penarikan Belanda ini menambah daftar negara yang memboikot Eurovision 2027 akibat partisipasi Israel, yang terus menuai kecaman internasional atas kampanye militernya di Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Rangkaian Boikot yang Semakin Panjang
Belanda bukanlah negara pertama yang mundur. Sebelumnya, Irlandia telah mengumumkan tidak akan berpartisipasi.
Direktur Spanish Radio and Television Corporation juga mendukung boikot tersebut.
Awal bulan ini, penyiar publik Ceko mengumumkan pengunduran dirinya dari kompetisi, meskipun alasan yang dikutip adalah keterbatasan anggaran.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Pada Agustus 2026, Afrotros, badan kandidat Belanda yang bertanggung jawab atas siaran kontes, sebenarnya telah mengumumkan penarikan diri.
Saat itu, mereka menyatakan bahwa acara tersebut “tidak lagi bisa dianggap netral” mengingat perpecahan seputar perang di Gaza.
Namun, sebulan kemudian, NPO mengambil alih tanggung jawab tersebut, sebelum akhirnya membatalkan keputusan itu pada Selasa lalu.
Penyiar Belanda Jet de Ranietz mengakui bahwa langkah ini akan mengecewakan banyak penggemar Eurovision di Belanda. Namun, ia menegaskan bahwa kontes tersebut tetap akan disiarkan di televisi nasional.
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Aturan Penyelenggara dan Gelombang Protes
Pada Agustus 2026, penyelenggara kontes sebenarnya telah mengumumkan bahwa tidak ada negara yang terlibat dalam konflik bersenjata yang diizinkan menjadi tuan rumah Eurovision. Namun, aturan ini tidak serta-merta meredam gelombang boikot yang terus meluas.
Sejumlah negara yang tidak puas dengan partisipasi Israel memilih mundur secara sukarela, menjadikan Eurovision 2027 sebagai salah satu edisi paling kontroversial dalam sejarah kompetisi tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin
















Mina Indonesia
Mina Arabic