Brussel, MINA – Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menyerukan Israel untuk mencabut semua pembatasan akses kemanusiaan di wilayah Palestina dan menekankan bahwa pemberian bantuan tidak boleh bersyarat atau dipolitisasi.
Dalam pernyataannya yang dikutip Kamis (1/1), Prevot mengkritik rencana Israel untuk memblokir organisasi non-pemerintah internasional di Gaza.
Prevot mengutip putusan Mahkamah Internasional yang menegaskan bahwa Israel memiliki kewajiban tanpa syarat menurut hukum humaniter internasional untuk memastikan pengiriman bantuan ke warga sipil tanpa hambatan.
Ia menyatakan bahwa aktor kemanusiaan profesional seperti UNRWA dan LSM internasional yang didanai Belgia mematuhi standar tertinggi transparansi, ketidakberpihakan, dan independensi.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Dalam pesannya di platform media sosial X, Prevot mendesak Israel untuk bekerja sama dengan semua pihak kemaniaan dengan itikad baik, berdasarkan kriteria yang jelas dan tidak dipolitisasi, untuk memaksimalkan penyaluran bantuan di Palestina.
Ia juga menyerukan pemerintah Israel untuk menghormati Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata berlaku sejak Oktober, Israel masih terus menutup sebagian besar penyeberangan Gaza dan mencegah masuknya rumah mobil serta bahan rekonstruksi, memperburuk krisis kemanusiaan yang mempengaruhi lebih dari 2 juta orang. Pihak Palestina melaporkan setidaknya 414 orang di Gaza telah tewas sejak gencatan senjata dimulai.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic