Tel Aviv, MINA – Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengatakan, Israel sedang membuat sejarah dengan mengusir Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dari fasilitasnya, menyusul operasi Israel di pusat pelatihan UNRWA di Qalandia.
Dalam sebuah video yang diunggah di X dari dalam fasilitas tersebut, Rabu (26/8), Ben-Gvir menuduh UNRWA mendukung terorisme dan menyatakan bahwa badan tersebut tidak akan diizinkan kembali ke lokasi itu.
“Direktur lembaga UNRWA dulu duduk di sini, dan sekarang saya duduk di tempatnya. Di bawah pengawasan saya, tidak ada UNRWA dan tidak ada direktur. Mereka tidak akan kembali ke sini,” kata Ben-Gvir.
Ia mengatakan polisi Israel, militer, dinas penjara dan lembaga keamanan lainnya telah berpartisipasi dalam apa yang digambarkannya sebagai operasi besar-besaran untuk mengusir UNRWA.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ben-Gvir juga mengumumkan, sebuah sekolah anak laki-laki akan didirikan di lokasi tersebut.
Sementara itu, UNRWA mengatakan bahwa pasukan Israel telah memasuki paksa Pusat Pelatihan Qalandia, dengan didampingi lebih dari 50 personel keamanan.
UNRWA tersebut mengutuk operasi itu sebagai pelanggaran yang tidak sah dan sangat meresahkan, dengan mengatakan masuknya personel keamanan Israel bersenjata ke fasilitas PBB tanpa izin atau persetujuannya tidak dapat diterima.
UNRWA memperingatkan bahwa upaya untuk menyita atau mengganggu tempat dan kegiatannya mengancam kemampuan PBB untuk menjalankan mandatnya.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Badan tersebut juga menegaskan kembali bahwa fasilitas, staf, dan operasinya dilindungi oleh hak istimewa dan kekebalan yang diberikan kepada PBB berdasarkan hukum internasional.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic