Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ben-Gvir Sebut Perjanjian Gencatan Senjata dengan Lebanon “Kesalahan Besar”

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 4 Juni 2026 - 21:27 WIB

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:27 WIB

28 Views ㅤ

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. (Foto: JPost)

Tel Aviv, MINA – Menteri Kepolisian Israel Itamar Ben-Gvir mengkritik keras perjanjian gencatan senjata bersyarat dengan Lebanon, yang dimediasi oleh Washington pada Rabu (3/6), dan menyebutnya sebagai “kesalahan besar”.

Dalam sebuah pernyataan di X, Ben-Gvir mengatakan perjanjian tersebut mencerminkan penilaian strategis yang buruk dan memperingatkan hal itu dapat merusak posisi keamanan Israel, menuduh para penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendorong kebijakan yang mengarahkan pemerintah pada “pilihan yang salah”. Demikian dikutip dari Almayadeen.

Ben-Gvir berpendapat perjanjian gencatan senjata tersebut pada dasarnya tidak dapat ditegakkan, menyatakan bahwa Lebanon tidak memiliki kapasitas dan kredibilitas untuk memastikan kepatuhan.

Padahal Israel sendiri telah melanggar semua perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon dalam 20 tahun terakhir, tercatat puluhan ribu pelanggaran.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Menteri tersebut juga mengkritik Netanyahu, menuduhnya tunduk pada tekanan dari Amerika Serikat untuk mengamankan perjanjian tersebut.

Ia berpendapat Israel harus mempertahankan posisi yang lebih independen dalam negosiasi, bahkan ketika berurusan dengan sekutu dekat.

Meskipun ada pengumuman kerangka gencatan senjata, ketegangan di lapangan tetap tinggi, dengan aktivitas militer dan konfrontasi yang terus berlanjut dilaporkan di Lebanon selatan di tengah operasi Hizbollah yang sedang berlangsung secara paralel dengan upaya diplomatik.

Departemen Luar Negeri AS menerbitkan pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, Lebanon, dan pendudukan Israel setelah pertemuan trilateral tingkat tinggi keempat yang diadakan pada tanggal 2 dan 3 Juni.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Menurut pernyataan tersebut, Amerika Serikat menjadi tuan rumah perwakilan Israel dan Lebanon di Washington, di mana diskusi difokuskan pada pengembangan kerangka kerja gencatan senjata dan pengaturan keamanan yang lebih luas.

Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa kesepakatan tersebut tetap bergantung pada perkembangan keamanan di lapangan, di tengah aktivitas militer Israel yang berkelanjutan di Lebanon meskipun upaya diplomatik sedang berlangsung.

Lebih lanjut, pernyataan tersebut menguraikan rencana untuk membangun”zona percontohan,” di mana tentara Lebanon akan mengambil kendali eksklusif atas wilayah tersebut.

Kesepakatan-kesepakatan ini sebagai bagian dari langkah-langkah menuju potensi kesepakatan perdamaian dan keamanan komprehensif, menurut pernyataan AS. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda