Jakarta, MINA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat karhutla di Riau mencapai 3.456,23 hektare per 13 April 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resmi Selasa (14/4) mengatakan, terjadi penambahan luas area terdampak dibandingkan data sebelumnya sekitar empat hektare.
Ia menegaskan, status siaga darurat karhutla di Riau masih diberlakukan mengingat kondisi cuaca yang cenderung panas dan curah hujan yang rendah.
Menurut Abdul Muhari, kondisi tersebut meningkatkan potensi kekeringan yang berdampak pada semakin mudahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan.
Baca Juga: Indonesia, AS Umumkan Peningkatan Hubungan Kerja Sama Pertahanan
BNPB, lanjut dia, terus melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk pendampingan dalam operasi modifikasi cuaca guna mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan patroli mandiri di lingkungan masing-masing.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, sementara pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan memperkuat koordinasi untuk meminimalkan dampak bencana. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Isu Akses Udara kepada AS Mengemuka, DPR Ingatkan: Kedaulatan RI Tak Bisa Ditawar
















Mina Indonesia
Mina Arabic