Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cahaya di Antara Dua Jumat: Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi yang Sering Terlewat

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 18 Juni 2026 - 21:32 WIB

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:32 WIB

72 Views ㅤ

Kegiatan santri membaca dan menghafal Al-Quran (Foto : MINA/Sidieq)

SETIAP kali Jumat tiba, ada satu amalan ringan namun berdimensi besar yang sering kita lewatkan, yakni membaca Surat Al-Kahfi.

Padahal, di balik lembaran-lembaran surat yang terdiri dari 110 ayat itu, tersimpan cahaya yang menerangi perjalanan seorang hamba di antara dua Jumat. Yakni cahaya yang menyelamatkan dari kegelapan maksiat dan membimbing langkah menuju ketaatan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global

“Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jumat.” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Subhanallah. Satu amalan yang hanya membutuhkan waktu mungkin 15 hingga 30 menit, tetapi efeknya menerangi perjalanan hidup kita selama satu pekan penuh.

Kapan Waktu Terbaik Membaca Al-Kahfi?

Para ulama menjelaskan bahwa waktu membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat dimulai sejak matahari terbenam pada hari Kamis sore (yang berarti sudah masuk malam Jumat) hingga matahari terbenam pada hari Jumat. Ini adalah jendela waktu yang luas, sehingga tidak ada alasan untuk melewatkannya.

Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina

Baik dibaca di pagi hari, siang, atau bahkan malam Jumat, semuanya masih dalam rentang waktu yang dianjurkan.

Apa Makna “Diterangi Cahaya di Antara Dua Jumat”?

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan makna indah dari sabda Nabi ini:

“Maknanya adalah ia tertahan untuk melakukan maksiat, terhalangi untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar, serta diberi hidayah kepada kebenaran, sebagaimana cahaya yang menerangi.”

Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi

Dengan kata lain, cahaya yang dimaksud bukan sekadar cahaya fisik. Ia adalah: Cahaya petunjuk yang menjaga kita dari dosa, cahaya hidayah yang memudahkan kita berbuat baik and cahaya ampunan yang menghapus dosa di antara dua Jumat.

Beberapa ulama juga menambahkan bahwa makna lain dari “cahaya di antara dua Jumat” adalah mendapatkan pahala yang terus mengalir selama satu pekan penuh, seolah-olah kita terus beribadah hingga Jumat berikutnya.

Jumat adalah sayyidul ayyam, penghulu segala hari. Dan salah satu cara terbaik untuk memuliakannya adalah dengan membaca Surat Al-Kahfi.

Di tengah kesibukan, luangkan waktu sejenak. Baca, renungkan, dan resapi maknanya. Karena barangkali, satu surat yang kita baca hari ini akan menjadi cahaya yang menyelamatkan kita dari gelapnya dosa di hari-hari yang akan datang.

Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang  Mengikat Hati Orang Beriman

Semoga Allah menerangi hari-hari kita dengan cahaya Al-Kahfi, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa meraih keutamaan di setiap Jumat. Aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina

Rekomendasi untuk Anda

Hikmah
Tausiyah
Hikmah