Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China Kirim 15 Ribu Ton Beras untuk Kuba di Tengah Tekanan Embargo AS

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 26 Mei 2026 - 06:16 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:16 WIB

48 Views ㅤ

Bantuan beras China untuk Kuba (foto: X)

Havana, MINA – Pemerintah China mengirim bantuan kemanusiaan berupa 15 ribu ton beras kepada Kuba di tengah tekanan ekonomi berkepanjangan akibat embargo Amerika Serikat (AS).

Bantuan tersebut dinilai menjadi dukungan penting bagi Kuba yang saat ini menghadapi krisis pangan dan kesulitan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Anadolu melaporkan, Senin (25/5).

Pemerintah Kuba menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Beijing dan menyebut hubungan kedua negara terus berkembang di berbagai bidang, termasuk perdagangan, energi, dan bantuan kemanusiaan.

Pengiriman beras tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kuba yang belakangan menghadapi kelangkaan bahan pokok serta kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. (cnnindonesia.com)

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Kuba hingga kini masih berada di bawah embargo ekonomi AS yang telah berlangsung lebih dari enam dekade sejak era Perang Dingin. Embargo tersebut membatasi akses Kuba terhadap perdagangan internasional, transaksi keuangan, hingga impor berbagai kebutuhan strategis.

Pemerintah Kuba berulang kali menyatakan bahwa sanksi tersebut memperburuk kondisi ekonomi nasional dan berdampak langsung pada kehidupan rakyat.

Dalam beberapa tahun terakhir, China semakin aktif memperkuat pengaruhnya di Amerika Latin, termasuk melalui kerja sama ekonomi dan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara yang menghadapi tekanan Barat.

Kuba menjadi salah satu mitra strategis Beijing di kawasan Karibia, terutama dalam kerja sama bidang infrastruktur, teknologi, kesehatan, dan energi terbarukan.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Bantuan beras dari China tidak hanya memiliki dimensi kemanusiaan, tetapi juga menunjukkan rivalitas geopolitik antara Beijing dan Washington. Di tengah meningkatnya persaingan global, China dinilai berupaya memperluas pengaruh diplomatiknya melalui bantuan ekonomi kepada negara-negara yang mengalami tekanan politik dan ekonomi dari AS.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama bertahun-tahun terus menyerukan penghentian embargo terhadap Kuba. Mayoritas negara anggota PBB menilai embargo tersebut berdampak buruk terhadap hak-hak kemanusiaan dan pembangunan ekonomi Kuba.

Namun hingga kini, kebijakan embargo AS terhadap negara pulau di Karibia itu masih tetap diberlakukan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Amerika