Jakarta, MINA – Program Dapur Peduli untuk pengungsi mancanegara UNHCR di Jakarta yang dipelopori oleh lembaga kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus berlanjut.
Sejumlah personel UAR kembali turun di depan gedung UNHCR Jakarta pada Ahad (26/7) untuk membagikan nasi kotak harian kepada puluhan orang pengungsi.
Pembina UAR Imaam Yakhsyallah Mansur mengatakan bahwa sebagai tuan rumah dari puluhan pengungsi yang berasal dari berbagai negara, tidak sepatutnya masyarakat Indonesia berpangku tangan.
“Ada puluhan hingga seratus Muslim, anak dan wanita juga remaja dari puluhan negara konflik kesulitan makan di tanah kita, bagaimana mungkin kita diam berpangku tangan?” kata Imaam Yakhsyallah, sebagaimana diterima MINA News melalui pesan singkat.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Menurutnya, problema pengungsi di Indonesia dan di tempat lain adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Islam sangat menekankan ibadah sosial yang berdampak bagi kemaslahatan umum. Orang yang tidak memerhatikan hal ini dikategarikan pendusta agama,” kata Imaam Yakhsyallah yang mengutip ayat Al-Quran.
Program Dapur Peduli untuk pengungsi UNHCR sudah berjalan selama sepekan sejak Senin (20/7) lalu. UAR membagikan 30 paket nasi kotak kepada para pengungsi setiap hari.
Dalam pernyataannya, lembaga tersebut mengatakan, program Program Dapur Peduli hadir untuk memastikan 30 pengungsi mendapatkan satu kotak nasi hangat setiap hari per satu jiwa selama dibutuhkan.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Sebanyak puluhan pengungsi dari berbagai negara, memilih membangun tenda dan tidur di trotoar jalan raya di sekitar gedung UNHCR. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic