Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Makkah, 3 Ulama Nusantara Serukan Perubahan untuk Masa Depan Indonesia

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:52 WIB

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:52 WIB

15 Views ㅤ

Ust Abdul Shomad, Ust Adi Hidayat dan Ust Das'ad Lathif (foto: IG/@ayouga.official)

Makkah, MINA — Tiga ulama Indonesia, Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Adi Hidayat (UAH), dan Ustaz Das’ad Latif (UDL) berkumpul di Makkah pada Selasa (25/8), menyerukan pentingnya membangun kesadaran umat, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian dan integritas dalam mengelola bangsa.

Seruan tersebut disampaikan dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang juga menjadi ruang refleksi mengenai masa depan Indonesia.

Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa Maulid Nabi semestinya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum menghidupkan kembali kesadaran umat.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus mendorong masyarakat untuk mengenal sejarah, memahami ajaran, memperbaiki ibadah, serta meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran tersebut diharapkan kemudian meluas menjadi kekuatan positif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad menyerukan agar kecintaan terhadap bangsa diwujudkan melalui kepedulian terhadap penderitaan masyarakat. Menurutnya, momentum Maulid harus mampu menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepekaan terhadap kondisi sesama, termasuk mereka yang mengalami kesulitan.

UAS juga mengingatkan para pemegang kekuasaan agar menyadari besarnya tanggung jawab moral yang melekat pada setiap kebijakan karena keputusan penguasa dapat menentukan arah kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa.

Pesan mengenai kepemimpinan juga disampaikan Ustaz Das’ad Latif. Ia mengibaratkan Merah Putih sebagai perpaduan antara keberanian dan kesucian.

Menurutnya, keberanian diperlukan untuk melakukan perubahan, sementara kesucian menjadi landasan moral agar keberanian tersebut tidak berubah menjadi kesewenang-wenangan. Karena itu, kepemimpinan bangsa membutuhkan keberanian yang disertai integritas dan kebersihan niat.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Ketiga ulama tersebut juga menempatkan keteladanan Rasulullah SAW sebagai landasan penting dalam membangun kehidupan bangsa.

UAH menekankan perlunya menghidupkan jiwa umat melalui pengenalan terhadap Rasulullah, sedangkan pesan UAS dan UDL memperluas refleksi tersebut pada persoalan kemanusiaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab kebangsaan. Dengan demikian, peringatan Maulid dipandang bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi masyarakat.

Dari Tanah Suci, pesan ketiganya bermuara pada pentingnya perubahan yang berangkat dari kesadaran spiritual dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Mereka mengingatkan agar agama tidak berhenti pada simbol dan seremonial, tetapi melahirkan kepedulian, keadilan, keberanian memperbaiki keadaan, serta tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Seruan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW seharusnya tercermin dalam akhlak dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Saudi Koordinasi dengan NATO dan Eropa Bahas Perkembangan Kawasan

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia