Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demonstran di Swedia Kecam Serangan Berulang Israel ke Gaza, Langgar Gencatan Senjata

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 28 Desember 2025 - 05:50 WIB

Ahad, 28 Desember 2025 - 05:50 WIB

10 Views

Ratusan orang di Swedia menggelar aksi protes genosida Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza, Sabtu (6/7).

Stockholm, MINA – Ratusan demonstran turun ke jalan di ibu kota Swedia, Stockholm untuk memprotes berlanjutnya serangan Israel ke Jalur Gaza meskipun telah diberlakukan gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025.

Aksi protes ini digelar di Odenplan Square, Sabtu (17/12) dan diorganisasi oleh sejumlah kelompok masyarakat sipil.

Para peserta membawa spanduk bertuliskan “Anak-anak dibunuh di Gaza”, “Sekolah dan rumah sakit dibom”, serta “Akhiri kelaparan”. Banyak demonstran juga mengibarkan bendera Palestina dan menyerukan agar pemerintah Swedia menghentikan ekspor senjata ke Israel.

Aktivis Swedia, Robin Nillson, mengatakan bahwa aksi protes akan terus dilakukan hingga perdamaian yang berkelanjutan benar-benar terwujud. Ia mengkritik tindakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlangsung.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

“Meski krisis kemanusiaan semakin parah dan jumlah korban terus bertambah, belum ada perubahan nyata,” ujar Nillson kepada Anadolu.

Ia menilai Netanyahu hanya menyetujui gencatan senjata karena tekanan internasional.
Nillson juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap laporan sejumlah media yang menyebut perang bisa berlanjut hingga akhir 2026.

Menurutnya, jika kondisi tidak membaik, gelombang protes dan aksi pembangkangan sipil akan terus berlanjut tahun depan.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 71.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dilaporkan meninggal akibat serangan Israel di Gaza, sementara lebih dari 171.200 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, kondisi kehidupan di Gaza belum menunjukkan perbaikan signifikan. Israel dinilai gagal memenuhi komitmennya dalam perjanjian tersebut, termasuk terkait masuknya bantuan makanan, bantuan kemanusiaan, pasokan medis, dan hunian sementara ke wilayah Gaza.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda