Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demonstrasi Pro-Palestina di Amsterdam, Desak Sanksi terhadap Israel

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Senin, 12 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:12 WIB

29 Views

Foto demonstrasi pro Palestina di Amsterdam, Belanda (foto: Anadolu Agency)
Foto demonstrasi pro Palestina di Amsterdam, Belanda (foto: Anadolu Agency)

Amsterdam, MINA – Ratusan orang berkumpul di Dam Square, Amsterdam, pada Ahad (11/10), dalam demonstrasi pro-Palestina untuk menandai tiga tahun sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza.

Para pengunjuk rasa membawa bendera Palestina dan menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga Palestina. Mereka juga mendesak komunitas internasional mengambil tindakan nyata, termasuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel.

Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya, menurut data Palestina. Serangan tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza.

Kesepakatan gencatan senjata dicapai pada Oktober 2025. Namun, serangan Israel dan pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, obat-obatan, serta bahan untuk tempat tinggal, masih terus berlangsung.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Akibatnya, hampir seluruh penduduk Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan yang parah di tengah terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menewaskan lebih dari 1.470 warga Palestina dan melukai lebih dari 5.180 lainnya.

Demonstrasi di Amsterdam tersebut menjadi bagian dari aksi solidaritas terhadap Palestina, dengan para peserta menyerukan perlindungan bagi warga sipil dan tindakan internasional untuk mengakhiri kekerasan di Gaza.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Rekomendasi untuk Anda