Jakarta, MINA – Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini dalam kondisi aman dan stabil, sehingga masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang justru berpotensi mengganggu distribusi energi di berbagai daerah.
Pernyataan itu disampaikan anggota DEN M. Kholid Syeirazi dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (8/3).
Kholid menjelaskan bahwa angka cadangan BBM sekitar 20–23 hari yang dimiliki Indonesia saat ini merupakan stok operasional, bukan berarti BBM akan habis setelah jangka waktu tersebut.
Stok operasional ini bersifat sirkuler, artinya ketika bahan bakar digunakan akan terus diisi kembali melalui distribusi dari depot dan jalur impor yang sudah direncanakan.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Menurutnya, ada tiga jenis cadangan energi yang diatur dalam sistem nasional, yakni cadangan strategis, cadangan penyangga, dan cadangan operasional. “Stok 20–23 hari ini adalah cadangan operasional yang disiapkan badan usaha seperti Pertamina dan akan terus bergerak keluar masuk sesuai kebutuhan konsumsi masyarakat,” ujar Kholid.
Pernyataan DEN ini muncul di tengah fenomena antre panjang di beberapa SPBU, terutama di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, di mana sejumlah warga membeli BBM secara masif karena kekhawatiran isu kelangkaan akibat dinamika harga minyak global dan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Fenomena tersebut sering memicu kemacetan dan antrean panjang yang dinilai dapat terjadi akibat informasi yang salah kaprah.
Respons antisipatif pemerintah juga datang dari berbagai pihak. PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM di sejumlah wilayah seperti Kalimantan berada dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal melalui sistem logistik energi yang terintegrasi. Perusahaan juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan demi menjaga kelancaran pasokan.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Selain itu, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu kelangkaan BBM, termasuk mendorong efisiensi penggunaan energi dan pola konsumsi yang bijak.
Organisasi ini menilai panic buying justru bisa menimbulkan kelangkaan semu karena distribusi energi menjadi tidak seimbang.
Pemerintah juga menegaskan bahwa stok BBM yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang puncak angkutan mudik Idulfitri 1447 H/2026 M, serta distribusi BBM dan avtur untuk transportasi udara dan darat dipastikan aman.
Selain terus memantau perkembangan pasar energi global, otoritas nasional siap memanfaatkan sumber energi alternatif dan meningkatkan kapasitas penyangga jika diperlukan.
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Dengan kebijakan stok terukur dan penataan distribusi yang rapi, pemerintah berharap masyarakat semakin yakin bahwa pasokan BBM tetap terjaga. Imbauan agar tidak panic buying juga dimaksudkan untuk menciptakan pola konsumsi energi yang lebih efisien sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka
















Mina Indonesia
Mina Arabic