Gaza, MINA – Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Gaza menyatakan bahwa Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Dekat (UNRWA) tidak akan memiliki peran dalam konsep yang mereka sebut sebagai “Gaza Baru”, menandai rencana penerapan kerangka pemerintahan baru sebagai pengganti model bantuan kemanusiaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resminya di platform X pada Kamis (2/7), Dewan Perdamaian menyatakan pihaknya ingin mengakhiri ketergantungan yang berkelanjutan terhadap bantuan, seraya menambahkan bahwa masyarakat Gaza berhak memperoleh masa depan yang lebih baik.
Pernyataan tersebut disertai video yang menampilkan pidato Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Jeff Bartos.
Dalam pidatonya, Bartos mengatakan Dewan Keamanan PBB telah menyetujui pembentukan Dewan Perdamaian dan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza).
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
“Kini Anda memiliki pilihan antara mendanai hasutan, terorisme, dan stagnasi, atau mendanai Dewan Perdamaian,” kata Bartos.
Ia mengeklaim bahwa dukungan terhadap Dewan Perdamaian akan membuka jalan bagi warga Gaza menuju perdamaian, kemakmuran, dan perubahan yang nyata serta berkelanjutan.
“Pilihan ada di tangan Anda, dan sejarah tidak akan melupakannya,” ujarnya.
Dewan Perdamaian dibentuk pada Januari lalu sebagai bagian dari rencana pascaperang di Gaza yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan internasional mengenai masa depan peran UNRWA di wilayah Palestina.
UNRWA didirikan oleh Majelis Umum PBB pada 1949 setelah pengungsian besar-besaran warga Palestina akibat perang Arab-Israel 1948, dan mulai beroperasi pada 1950.
Hingga kini, badan PBB tersebut memberikan layanan pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan bantuan kemanusiaan kepada jutaan pengungsi Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Yordania, Lebanon, dan Suriah.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic