DJED SPENCE menciptakan Sejarah sendiri, Ketika bermain di Stadion Hard Rock, Miami, AS, menjadi pemain Muslim pertama Timnas Inggris di ajang Piala Dunia.
Fullback Tottenham Hotspur berusia 25 tahun itu tidak hanya menjadi pelengkap, ia menjadi bagian penting dalam perjalanan The Three Lions ke semifinal Piala Dunia 2026.
Setelah memainkan peran krusial dalam kemenangan The Three Lions (Tiga Singa) atas Norwegia di perempat final, Spence mengunggah pesan singkat di media sosial yang mengguncang hati banyak penggemar, “God is the Greatest” (Allah Maha Besar).
Sebuah pengakuan iman dari pria kelahiran Inggris dari ayah Jamaika dan ibu Kenya yang sederhana namun penuh makna, disampaikan di tengah sorak sorai kemenangan.
Baca Juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Sayyidus Syuhada yang Gugur di Uhud
Djed Spence, dengan tinggi 184 cm, memang tidak menjadi starter di laga melawan Norwegia. Namun, ketika ia masuk sebagai pemain pengganti, ia memberikan performa defensif yang dibutuhkan Inggris. Beberapa clearance krusial di babak 16 besar melawan Meksiko telah membuktikan bahwa ia adalah pemain yang bisa diandalkan saat tekanan meningkat.
Selain Djed Spence, belum pernah ada pemain Muslim yang memperkuat Inggris di Piala Dunia. Spence adalah yang pertama, dan ia membawa identitasnya dengan bangga, tanpa pernah menyembunyikan imannya.
Setiap kali ia turun ke lapangan, ia tidak hanya mewakili negara, tetapi juga komunitas Muslim di seluruh dunia.
“Alhamdulillah,” tulisnya dalam salah satu unggahan, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanannya yang luar biasa.
Baca Juga: Kisah Sa’id bin ‘Amir, Sahabat Nabi yang Zuhud
Kini, perjalanan bersejarah Spence yang dikenal karena kecepatan dan kemampuan menggiring bolanya, bersama Inggris berlanjut hingga babak semifinal Piala Dunia 2026. Inggris memastikan tiket empat besar setelah menyingkirkan Norwegia dengan skor 2-1.
Penonton tentu melihat bagaimana ia tampil mengenakan mastker pelindung rahang saat di lapangan. Pemain berusia 25 tahun itu dipaksa untuk mengenakan penutup serat karbon karena masih dalam pemulihan patah rahang yang dideritanya dalam pertandingan Liga Premier pada Mei lalu. Pemulihannya diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga bulan untuk sembuh sepenuhnya.
Di semifinal, dia dan rekan-rekan setimnya akan menghadapi Argentina, juara dunia tiga kali, yang pada perempat lainnya menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1.
duel yang dinantikan jutaan pasang mata, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: Al-Miqdad bin Amr Kesatria Berkuda Pertama di Awal Islam
Djed Spence bukan sekadar pemain. Ia adalah simbol keberagaman, iman, dan keberanian. Dan di Piala Dunia ini, ia telah menunjukkan bahwa sepak bola dan iman bisa berjalan beriringan, di atas panggung paling bergengsi di dunia.
Ia hendak menggapai mimpinya menjadi kampiun Piala Dunia, mengulang sejarah ketika pertama kali menjadi juara tahun 1966, atau 60 tahun lalu! []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Mu’adz bin Jabal, Sahabat Nabi yang Paling Mengetahui Halal dan Haram
















Mina Indonesia
Mina Arabic