Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Tanpa Batas Kecam Penutupan Investigasi Israel atas Serangan yang Tewaskan Empat Stafnya

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:55 WIB

17 Views

Ilustrasi: Staf MSF merawat seorang pasien muda di Rumah Sakit Al Shifa pada 19 Oktober 2023, Kota Gaza, Palestina. (Foto: MSF)

Jenewa, MINA– Dokter Tanpa Batas  atau Médecins Sans Frontières (MSF) mengecam keras keputusan otoritas penjajah Israel untuk menutup investigasi atas serangan yang menewaskan empat staf MSF.

Seperti dikutip dari Wafa, Ahad (23/8), kasus itu menyangkut serangan beruntun terhadap konvoi MSF di Kota Gaza pada November 2023 yang menewaskan dua orang. Kasus lainnya, serangan udara terhadap tempat penampungan MSF di Khan Younis pada Februari 2024 yang menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya.

Dalam pernyataannya, MSF menyebut keputusan itu datang hampir dua tahun setelah organisasi mengajukan permintaan dan petisi ke Mahkamah Agung Israel atas kegagalan jaksa militer menanggapi permintaan resmi mereka.

MSF menggambarkan keputusan tersebut sebagai tindakan tidak adil dan tidak dapat diterima, serta mengkritik penutupan kasus setelah dua tahun kebisuan.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

“Ini tidak mengejutkan ketika sebuah institusi militer ditugaskan untuk menyelidiki tindakannya sendiri,” kata organisasi tersebut, seraya menilai sistem itu menunjukkan keengganan untuk menangani pelanggaran di Gaza yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

MSF menegaskan, staf mereka dan anggota keluarga telah tewas akibat serangan Israel meskipun organisasi telah memberi tahu otoritas Israel mengenai lokasi mereka. Kendaraan yang terlibat juga ditandai dengan jelas menggunakan lambang organisasi.

Organisasi kemanusiaan itu menyatakan bahwa keputusan tersebut secara efektif menegaskan tidak akan ada akuntabilitas yang berarti dalam sistem hukum Israel atas kematian staf mereka, dan menyerukan agar kasus tersebut ditinjau oleh badan investigasi independen dan tidak memihak.

Menurut MSF, 15 stafnya telah tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023, bersama dengan sekitar 1.700 tenaga kesehatan. []

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia