Riyadh, MINA – Sebuah pesawat nirawak (drone) milik Houthi mendekati Kota Suci Makkah yang kemudian dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.
Dilansir dari Arab News, militer Saudi mengeklaim bahwa drone tersebut berupaya memasuki wilayah udara Makkah pada Selasa (15/9) pukul 18.50 waktu setempat.
Serangan tersebut dianggap sebagai pelanggaran “garis merah” oleh Mayor Jenderal Turki Al-Malki, juru bicara Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu dini hari (16/9), ia menegaskan bahwa pihaknya “tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan bersifat sebagai pencegah.”
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
Makkah merupakan situs paling suci dalam Islam, dan tindakan yang dilakukan oleh kelompok Houthi ini kemungkinan besar akan memicu kemarahan jutaan umat Muslim di seluruh dunia.
Lokasi ini memegang peranan kunci bagi salah satu rukun utama Islam, yakni ibadah Haji—sebuah perjalanan ziarah ke kota tersebut dan kawasan sucinya.
“Hal ini hanya dapat digambarkan sebagai tindakan tercela, sebuah upaya untuk menyasar tempat turunnya wahyu pertama dan awal mula pesan kenabian, serta destinasi yang memikat hati jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia,” demikian bunyi pernyataan Koalisi tersebut.
Ini bukan kali pertama rudal milik kelompok Houthi ditembak jatuh di sekitar kota suci itu.
Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan
Menurut komando Koalisi Arab, pada tahun 2017, pasukan pertahanan udara Saudi berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan ke arah Makkah oleh milisi Houthi Yaman. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Tujuh Syarat
















Mina Indonesia
Mina Arabic