Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua Aktivis Gaza Flotilla Terima Ancaman Pembunuhan di Penjara Israel

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 5 Mei 2026 - 09:32 WIB

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:32 WIB

59 Views

Tel Aviv, MINA – Dua aktivis dari armada Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Thiago De Avila dari Brasil dan Saif Abu Keshek dari Spanyol menerima ancaman pembunuhan saat dipenjarakan di Israel, demikian disampaikan oleh sebuah lembaga advokasi Israel untuk warga Palestina pada Senin (4/5).

Pusat Hak Adalah mengatakan dalam sebuah pernyataan, Avila dan Abu Keshek sedang menghadapi perlakuan buruk, penyiksaan psikologis dan ancaman kematian atau hukuman penjara 100 tahun di penjara Israel.

Pernyataan Adalah ini muncul setelah kunjungan oleh pengacara Hadeel Abu Saleh dan Lubna Touma ke Penjara Shikma di Israel selatan, tempat kedua aktivis tersebut ditahan.

Adalah menambahkan bahwa kedua aktivis itu telah memasuki hari keenam mogok makan, hanya mengonsumsi air, sebagai protes terhadap penculikan ilegal mereka dari perairan internasional saat berpartisipasi dalam misi kemanusiaan yang bertujuan mematahkan blokade ilegal yang diberlakukan di Jalur Gaza.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Avila memberi tahu pengacaranya bahwa ia telah mengalami interogasi berulang, masing-masing berlangsung hingga delapan jam, di mana para interogator membuat ancaman eksplisit terhadapnya, mengatakan bahwa ia akan dibunuh atau menghabiskan 100 tahun di penjara.

Para aktivis tersebut ditahan di fasilitas yang sangat dingin dan ditutup matanya setiap kali mereka dipindahkan keluar dari sel mereka, bahkan selama pemeriksaan medis.

Adalah terus menuntut pembebasan mereka segera dan tanpa syarat serta mengakhiri prosedur ilegal ini.

Abu Keshek dan Avila adalah di antara 175 aktivis di lebih dari 20 kapal yang diculik dan dicegat pada Kamis (30/4) saat dalam perjalanan ke Gaza dalam upaya menentang blokade Israel.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Kapal pertama armada yang membawa bantuan kemanusiaan berangkat dari Barcelona pada 12 April, sementara armada utama berlayar dari pulau Sisilia, Italia, pada 26 April, bertujuan mematahkan blokade Israel yang telah berlangsung bertahun-tahun di Gaza.

Israel telah memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Jalur Gaza sejak 2007, menyebabkan 2,4 juta penduduk wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.

Israel melancarkan serangan brutal selama dua tahun di Gaza pada Oktober 2023, menewaskan lebih dari 72.000 orang, melukai lebih dari 172.000 orang, dan menyebabkan kehancuran besar-besaran di seluruh wilayah yang terkepung tersebut.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda