Tel Aviv, MINA – Perempuan Palestina, Dana Joudeh, 35, melahirkan bayi perempuan di dalam penjara Zionis Israel pada 14 September 2026 setelah menjalani lebih dari enam bulan penahanan administratif tanpa dakwaan maupun persidangan.
Joudeh ditangkap pada 1 Maret 2026 dari rumahnya di Iraq al-Tayeh, dekat Nablus, ketika usia kehamilannya baru tiga bulan.
Ia kemudian menjalani masa kehamilan di bawah penahanan Zionis Israel.
Sehari setelah melahirkan, Joudeh bersama bayinya dibebaskan dan dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Ramallah untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Kondisi kesehatan Joudeh saat itu belum diketahui secara rinci.
Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina menyatakan Zionis Israel bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan Joudeh serta bayinya.
Komisi tersebut juga menyatakan Joudeh tidak memperoleh perawatan medis yang memadai selama kehamilannya dan mengecam kondisi yang membuatnya harus melahirkan ketika masih berada di dalam penjara.
“Menempatkan Joudeh untuk menjalani kehamilannya tanpa layanan kesehatan merupakan kejahatan dan pelanggaran terhadap hukum serta konvensi internasional,” kata komisi tersebut, melansir Middle East Eye pada Ahad (20/9).
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Komisi menambahkan, memaksanya melahirkan di dalam penjara merupakan pelanggaran tambahan.
Kasus Joudeh kembali menyoroti kondisi perempuan Palestina yang sedang hamil dan masih ditahan penjajah Israel.
Dua tahanan Palestina lainnya yang disebut masih hamil adalah Manar Karaja, 28, dari Ramallah, yang telah memasuki usia kehamilan enam bulan, serta Baraa Abu Khadija dari Tulkarm yang dilaporkan hamil empat bulan.
Banan Abu al-Haija, mantan tahanan Palestina yang pernah ditempatkan di sel khusus tahanan hamil bersama Joudeh, Karaja dan Amina al-Tawil, mengatakan para tahanan hamil menghadapi keterbatasan makanan, layanan medis dan kebutuhan dasar.
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
Menurut Abu al-Haija, Joudeh mengalami sejumlah gangguan kesehatan selama berada dalam tahanan.
Sebelum ditangkap, Joudeh diketahui pernah menjalani operasi bypass lambung sehingga membutuhkan vitamin dan suplemen, tetapi menurut Abu al-Haija kebutuhan tersebut tidak diberikan di penjara.
Ia menggambarkan Joudeh, Karaja dan al-Tawil pernah ditempatkan di sebuah ruangan kecil dan panas.
Mereka, menurutnya, tidak memperoleh asupan nutrisi yang memadai untuk ibu maupun janin.
Baca Juga: Jelang Musim Dingin, PBB Peringatkan Krisis Pengungsian Gaza
Pemeriksaan medis juga disebut jarang dilakukan, bahkan dapat berlangsung lebih dari satu bulan antara satu kunjungan dengan kunjungan berikutnya.
Tidak terdapat angka 80 persen dalam laporan yang menjadi rujukan mengenai tingkat pemenuhan layanan kesehatan para tahanan hamil tersebut.
Namun, kesaksian mantan tahanan dan pernyataan lembaga tahanan Palestina menunjukkan adanya keluhan terkait makanan, kebersihan dan akses layanan medis.
Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran keluarga tahanan hamil yang masih berada di dalam penjara.
Baca Juga: Sembilan Warga Palestina Syahid dalam Serangan Terbaru Israel di Gaza
Musab Zalloum, suami Manar Karaja, mengatakan pengalaman Joudeh membuat keluarganya semakin khawatir istrinya akan mengalami kondisi serupa.
Karaja merupakan ibu dari dua anak, Ayman yang berusia lima tahun dan Laila yang berusia empat tahun.
Menurut suaminya, kedua anak tersebut mulai masuk taman kanak-kanak tanpa kehadiran sang ibu.
“Anak-anak sangat merindukannya. Mereka mulai masuk taman kanak-kanak beberapa hari lalu tanpa kehadirannya,” ujar Zalloum, seperti dikutip Middle East Eye.
Baca Juga: Eisenkot Janji akan Segera Manfaatkan Mayoritas di Knesset ‘Lawan Pemerintahan 7 Oktober’
Dalam kunjungan pengacaranya pada 29 Agustus, Karaja dilaporkan mengeluhkan masalah kulit yang diduga kudis akibat kondisi kebersihan dan minimnya perlengkapan sanitasi.
Ia juga menyampaikan kekhawatiran mengenai pemeriksaan medis dan asupan makanan selama berada dalam tahanan.
Karaja mengatakan pemeriksaan di klinik penjara hanya terbatas pada pengecekan tekanan darah dan diabetes. Ia juga menyebut berat badannya justru menurun selama kehamilan karena makanan yang diterimanya tidak mencukupi.
“Setelah mendengar Dana melahirkan di penjara, ketakutan kami semakin besar. Kami takut dia mengalami pengalaman mengerikan yang sama dan sangat mengkhawatirkan kesehatan dia serta bayinya,” kata Zalloum.
Baca Juga: Blok Netanyahu Dipastikan Tak Dapat Koalisi Pascapemilu Israel
Karaja masih berada dalam tahanan.
Persidangan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Warga Israel Unjuk Rasa Malam Ini Mendukung Pemerintahan Yahudi-Arab
















Mina Indonesia
Mina Arabic