Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ekspor Minyak Saudi Melonjak 6 Juta Barel per Hari di Tengah Gangguan Houthi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 26 September 2026 - 16:24 WIB

Sabtu, 26 September 2026 - 16:24 WIB

21 Views ㅤ

Ladang minyak Aramco. (Foto: Aramco)

Riyadh, MINA — Ekspor minyak mentah Arab Saudi meningkat tajam menjadi sekitar 6 juta barel per hari (bpd) pada September 2026, meski negara tersebut menghadapi gangguan infrastruktur minyak dan meningkatnya ancaman serangan di tengah konflik kawasan Timur Tengah.

Data perusahaan intelijen komoditas Kpler menunjukkan volume tersebut kembali mendekati rata-rata ekspor Saudi sepanjang 2025. Arabnews melaporkan, Sabtu (26/9).

Angka September itu melonjak hampir 80 persen dibandingkan Agustus yang berada di kisaran 3,4 juta bpd. Kenaikan tersebut terjadi setelah ekspor Saudi sebelumnya mengalami tekanan akibat gangguan terhadap jalur pengiriman minyak, terutama di kawasan Laut Merah.

Salah satu infrastruktur yang terdampak adalah pipa East-West, jalur sepanjang sekitar 1.200 kilometer yang menghubungkan kawasan produksi minyak di bagian timur Saudi dengan pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Jalur tersebut menjadi penting karena memungkinkan Riyadh mengirim minyak tanpa melewati Selat Hormuz.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Namun, setelah jalur pipa mengalami gangguan, Saudi meningkatkan pengiriman minyak melalui terminal-terminal di kawasan Teluk. Saudi Aramco memuat sekitar 14 juta barel minyak mentah ke tujuh kapal tanker raksasa di Ras Tanura pada 20 September. Arus minyak Saudi melalui Selat Hormuz juga meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Data Kpler menunjukkan lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz mencapai rata-rata tujuh hari sekitar 13,2 juta bpd pada 23 September. Angka itu masih di bawah sekitar 17 juta bpd sebelum perang Iran mengganggu pelayaran di kawasan tersebut.

Sementara itu, pipa East-West dilaporkan mulai kembali mengalir dalam volume rendah, meski pemerintah Saudi belum mengonfirmasi pemulihan operasionalnya.

Peningkatan ekspor tersebut menunjukkan perubahan jalur distribusi minyak Saudi di tengah risiko keamanan regional. Sejak serangan terhadap pipa East-West, pengiriman minyak Saudi semakin diarahkan melalui kawasan Teluk dan Selat Hormuz, sementara gangguan di Laut Merah terus memengaruhi pola perdagangan minyak internasional. []

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda