Gaza, MINA – Gangguan teknis pada layanan dompet digital PalPay di Gaza pada Ahad (26/4) menyebabkan warga tidak bisa berbelanja, membayar transportasi, dan melakukan transaksi harian lainnya.
Anadolu Agency melaporkan, akibat gangguan yang berlangsung beberapa jam ini, banyak warga Palestina terpaksa meninggalkan pasar tanpa membeli makanan. Sebagian lainnya tidak bisa menggunakan transportasi umum yang sudah sangat terbatas.
Sebelumnya, sejak perang Oktober 2023, Israel melarang masuknya uang kertas baru ke Gaza. Akibatnya, warga Gaza mengalami krisis uang tunai dan terpaksa beralih ke pembayaran digital untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli roti dan membayar tarif angkutan.
Namun, sistem dompet digital di Gaza tetap rapuh karena seringnya pemadaman listrik, akses internet tidak stabil dan cakupan jaringan yang lemah.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Seorang sumber mengatakan PalPay sedang melakukan pemeliharaan dan peningkatan teknis untuk meningkatkan keandalan layanan. Gangguan tersebut telah pulih secara bertahap setelah beberapa jam.
Ekonom Gaza, Ahmad Abu Qamar, mengatakan bahwa pembayaran elektronik di Gaza bukanlah pembangunan ekonomi, melainkan manajemen krisis tanpa infrastruktur yang memadai.
Gencatan senjata yang didukung AS telah berlaku di Gaza sejak 10 Oktober 2025, menghentikan perang dua tahun yang menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic