Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelombang Panas di Musim Haji Diprediksi hingga 43 Derajat Celsius

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 3 Mei 2026 - 17:39 WIB

Ahad, 3 Mei 2026 - 17:39 WIB

84 Views ㅤ

petugas keamanan Arab Saudi menuangkan air di kepala jamaah haji agar tetap dingin dalam panas di Mina. (Foto: dok MINA)

Makkah, MINA – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jamaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai hingga 43 derajat Celsius selama musim haji 2026.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul prediksi kondisi iklim di Makkah dan Madinah yang memasuki fase awal musim panas, dengan suhu siang hari berkisar antara 40 hingga 45 derajat Celsius.

Bahkan, di sejumlah titik terbuka seperti Arafah dan Mina, suhu diperkirakan bisa melampaui angka tersebut, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi jemaah.

Kemenhaj menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental jemaah, mengingat ibadah haji memiliki rangkaian aktivitas yang padat dan sebagian besar dilakukan di luar ruangan.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Jamaah diimbau untuk menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air, serta menggunakan perlindungan seperti payung, topi, dan kacamata hitam guna menghindari paparan langsung sinar matahari.

Selain itu, petugas haji juga mengingatkan agar jemaah mengatur waktu istirahat secara optimal, minimal enam hingga delapan jam per hari, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Upaya ini dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah suhu panas dan tingkat kelembaban yang rendah di kawasan gurun.

Data operasional haji 2026 menunjukkan ribuan jamaah Indonesia telah tiba di Tanah Suci dan sebagian telah mulai menjalani rangkaian ibadah. Pemerintah memastikan layanan kesehatan dan pendampingan terus disiagakan guna mengantisipasi dampak cuaca panas, termasuk penyediaan fasilitas medis dan edukasi kesehatan bagi jemaah.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Sebagai catatan, cuaca ekstrem saat haji bukan tanpa risiko. Pada musim haji sebelumnya, gelombang panas dilaporkan menyebabkan ribuan kasus gangguan kesehatan bahkan korban jiwa, sehingga kewaspadaan menjadi faktor kunci dalam menjaga keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf (foto: Kemenhaj RI)
Indonesia
Indonesia
Menhaj Ungkap Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik
Indonesia
Info MINA