Paris, MINA – Sedikitnya 68.000 rumah di wilayah barat Prancis mengalami pemadaman listrik setelah gelombang panas ekstrem yang melanda negara itu memicu gangguan pada infrastruktur kelistrikan.
Otoritas setempat menyatakan gangguan tersebut terjadi di Departemen Finistère, wilayah paling barat Prancis, yang sejak beberapa hari terakhir berada dalam status siaga cuaca panas tingkat tertinggi.
Menurut pemerintah daerah Finistère, pemadaman bermula dari insiden yang melibatkan transformator pada jaringan listrik yang dipicu suhu ekstrem. Anadolu melaporkan, Rabu (24/6).
Pada puncak gangguan, lebih dari 106.000 pelanggan terdampak, namun hingga Rabu (24/6) sekitar 68.000 rumah masih belum mendapatkan kembali aliran listrik.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Tim operator jaringan listrik Prancis, RTE dan Enedis, terus bekerja untuk memulihkan pasokan listrik secara bertahap.
Otoritas setempat menyebut prioritas pemulihan diberikan kepada rumah sakit, fasilitas kesehatan, serta lokasi-lokasi vital lainnya. Sejumlah panti jompo yang belum terhubung kembali ke jaringan listrik juga telah disuplai generator darurat guna memastikan layanan bagi para penghuni tetap berjalan.
Insiden tersebut terjadi ketika sebagian besar wilayah Prancis dilanda gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Badan meteorologi Météo-France menempatkan 58 departemen dalam status peringatan merah dan 31 departemen dalam peringatan oranye, dengan suhu diperkirakan mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Brittany dan sekitar Paris.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Selain memicu gangguan listrik, cuaca panas ekstrem juga berdampak pada sektor energi nasional. Beberapa reaktor nuklir Prancis dilaporkan mengurangi produksi atau menghentikan operasi sementara karena tingginya suhu air sungai yang digunakan untuk sistem pendinginan.
Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas produksi listrik nasional menurun dan meningkatkan tekanan terhadap jaringan energi di tengah lonjakan kebutuhan pendingin udara.
Gelombang panas yang melanda Prancis merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang juga memengaruhi sejumlah negara Eropa lainnya. Pola atmosfer yang dikenal sebagai “Omega Block” menyebabkan udara panas terperangkap di atas Eropa Barat selama beberapa hari. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic